Kisah Dibalik Longsor Cibokor: Misteri Suara Dentuman Sebelum Bencana Terjadi

Senin, 7 Juni 2021 20:46 WIB

Share
Kisah Dibalik Bencana Longsor Cibokor, Misteri suara dentuman sebelum bencana terjadi. (foto:Nuki)

CIANJUR. POSKOTAJABAR,CO.ID

Dibalik sebuah bencana selalu menyimpan hikmah besar bagi setiap manusia yang meyakini, bahwa setiap musibah ataupun ujian tidaklah semata mata diturunkan oleh Yang Maha Kuasa.

Pun dengan bencana longsor pada Jumat (04/06/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 Wib yang melanda dua perkampungan di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Disaat warga sedang nyenyak tertidur pulas, Bukit Sinapeul yang berada dibelakang dua kampung tersebut seolah menggeliat, bangun dari tidurnya saat hujan deras mengguyur wilayah Desa Cibokor.

Diguyur hujan selama lebih dari 6 jam, tanah Bukit Sinapeul bergerak, menggulusur
menerjang apapun yang menghadang termasuk rumah warga di kampung Babakancingkreuk dan kampung Cingkreuk.

Camat Cibeber, Ali Akbar mengatakan longsor terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibeber.

Ali mengungkapkan untuk saat ini dari dua Kampung tersebut tercatat 17 rumah yang terdampak. Sedangkan 5 rumah rata dengan tanah.

“Mengalami rusak sebanyak 22 rumah. 17 rumah diantaranya rusak ringan, sedangkan yang rata dengan tanah 5 rumah,"ungkap Ali.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu kata Ali, dikarenakan warga yang terdampak terlebih dahulu dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Tidak ada korban jiwa. Tapi saat ini jumlah warga yang diungsikan sebanyak 204 orang,"imbuhnya.

Misteri Suara Dentuman

Pantauan lapangan, Minggu (06/06/2021) warga yang terdampak diungsikan 1 Km dari lokasi bencana, yaitu di sekolah MTS Persis 56 dan salah satu pesantren.

Dari keterangan Mang Apeng, salah seorang pengungsi di sekolah MTS Persis 56, sesaat sebelum terjadinya longsor terdengar suara dentuman keras sebanyak dua kali dari Bukit Sinapeul.

Warga yang rumahnya rata dengan tanah akibat tergerus longsoran itu mengaku sangat kaget saat mendengar suara dentuman tersebut.

"Waktu itu sekitar pukul 01.30 Wib dini hari, saya sedang menonton sepakbola. Tiba tiba sekitar pukul 01.45 Wib terdengar dentuman keras sekali dari puncak bukit Sinapeul. Saya bertanya tanya, suara apa itu?. Kemudian kurang lebih 3 menitan terdengar lagi suara dentuman, kali ini lebih keras dari yang pertama, bahkan sampai rumah yang saya tempati bergoncang keras,"tuturnya saat ditemui di kamp pengungsian di sekolah MTS Persis 56, Minggu (06/06/2021).

Setelah dua kali suara dentuman tersebut lanjut Mang Apeng, dirinya segera keluar melihat situasi lokasi ke daerah atas rumah.

"Saya sempat keluar melihat keatas, tapi tidak ada apa apa. Tapi begitu saya masuk ke dalam rumah, tiba tiba terasa lagi goncangan. Seketika saya suruh istri segera keluar rumah. Saya pikir waktu itu akan ada tsunami,"kata Mang Apeng sambil mengurut ngurut kakinya yang masih terlihat membengkak akibat menginjak pecahan kaca.

Tak berapa lama setelah suara dentuman yang kedua itul anjutnya lagi, tiba tiba terdengar suara bergemuruh dari belakang rumah.

"Suara gemuruh itu kencang sekali. Saya lihat dari belakang rumah gundukan tanah bergerak ke arah rumah. Seketika itu juga saya berupaya menyelamatkan anak anak, "bebernya.

Perlengkapan Dibutuhkan Pengungsi

Logistik para pengungsi terpantau tidak terlalu mengkhawatirkan, seiring dengan banyaknya bantuan yang meluncur ke lokasi.

Hanya saja untuk beberapa perlengkapan orang dewasa dan anak anak balita dirasa masih kurang.

"Hasil tadi bertatap muka dengan para pengungsi. Mereka menyampaikan keluhan soal kekurangan selimut, alas tidur, kain sarung dan Pampers. Kalau bantuan makanan itu saya liat banyak yang meluncur ke kamp pengungsian,"ujar Tavip Darmawan salah seorang anggota DPRD Cianjur dari  Fraksi Gerindra saat ditemui di lokasi. (Nuki)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler