Bupati Indramayu : Stunting tak Ditangani Serius akan Menimbulkan Kerugian Ekonomi yang Besar

Selasa, 8 Juni 2021 20:25 WIB

Share
Bupati Indramayu Nina Agustina, Kadinkes Deden Bonni Koswara berfoto bersama. (foto:Ist.)

INDRAMAYU, POSKOTAJABAR.CO.ID .

Bupati Indramayu Nina Agustina meminta semua lintas sektor dan program berkomitmen melakukan percepatan dan penanganan angka stunting di Kabupaten Indramayu.

 Hal ini dalam rangka  peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Indramayu yang lebih baik.

 Ia mengemukakan hal itu saat Rembuk Stunting Tahun 2021 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu dan dihadiri Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Indramayu.

 Kegiatan itu dihadiri para kepala perangkat daerah, camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Pertamina RU VI Balongan dan Bank BJB Cabang Indramayu, Selasa (08/06/2021) di Ruang Ki Tinggil,  Setda Indramayu.

 Menurutnya, stunting merupakan gagal tumbuh pada anak balita,  akibat kekurangan gizi kronis. Terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sehingga status gizi dan kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas SDM.

 Tatkala penanganan stunting tidak dilaksanakan secara sungguh-sungguh,  tentunya akan menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar untuk daerah.

 Pemerintah Kabupaten Indramayu menargetkan angka stunting pada tahun 2026 sebesar 7,50 %. Untuk penanganan penurunan angka stunting di Kabupaten Indramayu lebih baik lagi maka upaya penanggulangan stunting dibutuhkan keterpaduan penyelenggaraan intervensi misi pada lokasi dan kelompok sasaran.

 Untuk mencapai keterpaduan tersebut, diperlukan penyelarasan, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian multi lintas sektor dan program serta di semua tingkatan pemerintah dan masyarakat.

 “Saya berharap camat-camat di Indramayu bisa lebih serius dan peduli kepada daerah ataupun wilayahnya dalam menangani angka stunting ini, karena bagaimanapun camat ini adalah ujung tombak kepemimpinan di suatu wilayah,” katanya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler