Gagal Dua Kali Berturut-turut, Ott Tanak Siapkan Strategi Cadangan WRC 2021

Rabu, 9 Juni 2021 18:34 WIB

Share
Ott Tanak mulai memikirkan strategi baru untuk mengakhir WRC 2021 setelah tertinggal cukup jauh. (Foto/hyundaimotorsport)

BANDUNG,POSKOTAJABAR.CO.ID

Dua kali berturut-turut gagal menyelesaikan jalanya lomba di ajang World Rally Championship musim 2021 membuat Ott Tanak mulai memikirkan strategi cadangan di musim ini.

Kegagalan pertama dialami pada seri Portugal akibat kecelakaan yang membuat suspensi belakangnya rusak berat dan disusul pada seri ke lima di Italy karena menabrak batu dilintasan yang menyebabkan mobil i20 WRCnya rusak parah.

Padahal dari dua kecelakaan ini pereli asal Estonia ini telah berada di posisi pertama, namun sayangnya dipertengahan jalanya Special Stage (SS) pada dua seri tersebut memaksa Tanak harus meninggalkan jalanya lomba.

Dengan kegagalan ini Tanak harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan sebanyak 57 poin dari pemimpin klasmen sementara Sebastien Ogier di 7 seri yang tersisa dari 12 seri yang direncanankan pada tahun ini.

“Dari apa yang telah terjadi tidak ada satupun yang dapat berubah, kami telah mencoba untuk tampil dengan maksimal namun hasilnya berkata lain kita lihat di akhir musim apakah usaha kami cukup memberikan hasil yang baik atau tidak,” ungkap pereli yang sempat tampil sebagai juara dunia pada 2019 lalu.

Kehadiran tanak di tim Hyundai cukup memberikan kortibuasi yang positif dimana tahun2020 lalu sebagai tahun pertamanya bersama tim asal Korea ini, Tanak berhasil meraih posisi ketiga setelah Eflyn Evan dan Sebastian Ogier yang tampil sebagai juara dunia yang tepaut hanya 7 poin.

Pindahnya pereli yang telah ambil bagian di WRC sejak 2009, setelah berhasil menjadi juara dunia bersama tim Toyota tak lain karena ingin mencoba ambil bagian dalam mendongkrak tim Hyundai di ajang WRC.

Hasil yang didapati pada 2020 lalu cukup memberikan motifasi yang positif bagi Hyundai dimana pada posisi kempat juga di ikuti oleh rekan satu timnya Thierry Neuvile.

Saat mulai menjajal SS pembuka di Sardinia, Tanak tampil begitu dominan hingga SS 11 berhasil meninggalpan pereli lain dengan selisih waktu hingga 40 detik, namun sayangnya di SS tersebut Tanak mengalami kecelakaan dan tidak dapat menalanjutkan lomba.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler