Hasil Survei IPRC: Sikap Toleran Masyarakat Jabar Tinggi dan Anti Radikalisme

Kamis, 10 Juni 2021 10:38 WIB

Share
Direktur Operasional dan Data Strategis IPRC, Idil Akbar (tengah masker hijau) usai acara rilis hasil survei di Hotel Aston Pasteur, Rabu(09/06/2021).

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Lembaga Survei Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) merilis hasil survei soal Toleransi dan Radikalisme di 9 kabupaten/kota Jawa Barat. Hasilnya, Masyarakat Jawa Barat mempunyai sikap toleran yang sangat tinggi dan tidak mendukung lahirnya radikalisme.

Sembilan kabupaten kota tersebut adalah, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Tasik, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Cirebon.

"Yang kami dapatkan, ternyata masyarakat Jawa Barat itu memiliki sikap toleransi yang memadai. Ditunjukkan dengan sikap mereka mau berteman, mau bersahabat, mau bermusyawarah, jual beli dan dialog dengan pemeluk agama lainnya," ujar Direktur Operasional dan Data Strategis IPRC, Idil Akbar seusai acara di Hotel Aston Pasteur, Rabu(09/06/2021)

Sampel dalam survei ini berjumlah 400 orang. Metode penarikan sampel melalui multi stage random sampling. Dengan response rate sebanyak 396 responden dan Margin of error rata-rata sebesar kurang lebih 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Beberapa tolak ukur yang menjadi acuan pengambilan kesimpulan IPRC diantaranya, hubungan sosial, hubungan keagamaan dan nilai sosial.

Untuk indikator hubungan sosial, lembaga survey tersebut mendapati persentase 83,1 persen atas pertanyaan kesediaan berteman dengan agama lain. hubungan keagamaan seperti penyelenggaraan acara keagamaan disekitar lingkungan tempat tinggal memperoleh 84,8 persen dan 92,5 persen atas pertanyaan bergaul dan menghormati ajaran agama orang lain.

"Dari survei yang kami lakukan setidaknya ada dua temuan penting. Pertama, masyarakat Jawa Barat itu memiliki sikap toleran yang sangat tinggi dalam konteks hubungan dan interaksi sosial antar penganut agama. Kedua, yakni hal-hal yang menyangkut radikalisme, masyarakat Jawa Barat sebetulnya memiliki sikap yang cukup kuat dalam menolak semua bentuk radikalisme dan kekerasan atas nama agama," pungkas. (Aris)

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler