Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Perumda AM TBW Kota Sukabumi Masih Butuhkan Air Baku  400 liter per detik

Kamis, 10 Juni 2021 12:39 WIB

Share
Direktur Umum Perumda AM TBW Kota Sukabumi, Abdul Kholik. (foto:Hendra)

SUKABUMI ,POSKOTAJABAR.CO.ID

Perusahaan Umum Daerah  Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumda AM TBW) Kota Sukabumi masih membutuhkan air baku sebanyak 400 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan minimal masyarakat Kota Sukabumi.

Direktur Umum  Perumda AM TBW Kota Sukabumi, Abdul Kholik, mengatakan, untuk memenuhi kekurangan tersebut, pihaknya tengah berupaya dengan fokus terhadap tiga kegiatan yakni, mengejar sistem penyediaan air minum (SPAM) Cimandiri yang saat ini Detail Engineering Design (DED) telah selesai dibuat.

"Dana untuk SPAM Cimandiri ini cukup besar. Kita sudah masukan oengajuan ke Kementrian PU, ke Provinsi, dan penjajakan ke pihak swasta,"ujar dia, saat ditemui di kantornya, Kamis (10/06/3021).

Kemudian, lanjut Abdul, pihaknya pun sedang berusaha mengoperasikan sumber air Cipelang Pondok Halimun, yang saat ini izinnya sudah keluar. Bahkan kegiatannya pun sudah turun dari DAK tahun 2021 ini.

"Kegiatannya ada di Dinas PU. Dari situ kita harapkan ada penambahan sekitar 30 sampai 50 liter per detik,"ucap dia.

Selanjutnya, sambung Abdul,  upaya yang tengah dilakukan adalah dengan mengurangi tingkat kehilangan air yang disebabkan oleh hal teknis yang berasal dari  jaringan pemipaan. Dimana, usia pemipaan tersebut sudah cukup lama belum diperbaharui.

"Untuk memperbaharui sistem pemipaan ini sudah kita ajukan pada tahun 2020 melalui APBN,"sebut nya.

Selain dari hal teknis, tambah Abdul, kehilangan air juga terjadi karena hal non teknis. Untuk meminimalisir kehilangan air akibat hal non teknis pihaknya telah menyiapkan Geographic Information System (GIS) atau sistem informasi berbasis komputer.

"Kita sudah membuat GIS untuk jaringan pemipaan dan GIS pelanggan PDAM. Jadi, dengan GIS ini kita dapat memantau jaringan pemipaan dan jaringan pelanggan melalui sistem,"beber dia.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler