Petani di Pangandaran Terancam Merugi Lantaran Areal Sawah Kering

Kamis, 10 Juni 2021 21:59 WIB

Share
Petani di Pangandaran Terancam Merugi Lantaran Areal Sawah Kering (foto: dry)

PANGANDARAN, POSKOTAJABAR.CO,ID

Areal pesawahan seluas 40 hektare milik petani asal Dusun Tenjosari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami retakan-retakan tanah lantaran dilanda kekeringan yang kini melanda Pangandaran. Akibat hal tersebut petani terancam gagal panen karena lahan pertanian milik mereka kekurangan pasokan air.  

Areal pertanian milik warga di Dusun Tenjosari itu berada di lokasi sekitar perbukitan yang mengandalkan air hujan dan sumber air sungai Langkob.

Kepala Dusun Tenjosari, Kasmini mengatakan, sawah warga setiap tahunnya selalu mengalami kekeringan jika musim kemarau tiba. Karena, selain mengandalkan air hujan petani juga mengandalkan sumber air dari sungai Langkob.

"Biasanya persawahan milik warga tersebut dialiri air dari Sungai Langkob yang berada di Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar. Namun saat ini air sungainya juga kering sehingga berdampak pada areal pertanian milik warga yang luasnya 40 hektare," ujarnya kepada POSKOTAJABAR.CO.ID, Kamis (10/06/2021).

Menurut dia, akibat dilanda kekeringan tersebut petani dipastikan bakal merugi karena gagal panen. Penyebab gagal panen karena sawah yang dilanda kekeringan sudah mengalami retak-retak.

"Setiap tahun petani selalu mengalami kerugian akibat gagal panen, hingga saat ini belum ada solusi buat menanggulangi perihal tersebut," katanya.

Selain tanaman padi, kata dia, tanaman lainnya juga seperti kacang dan ketimun mengalami serupa gagal panen.

"Semoga kedepan segera ada solusinya agar para petani tidak selalu merugi setiap tahunnya, kasihan sudah keluar biaya besar bukannya untuk tapi malah merugi," ungkapnya.

Sementara itu, Harun (53) petani setempat mengaku, akibat sawahnya kekurangan pasokan air mengakibatkan sawah retak-retak dan tanaman padinya rusak sehingga gagal panen sudah mengancam.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler