Tempat Tidur Ditambah, BOR Kota Bandung Alami Penurunan Walaupun Sedikit

Kamis, 10 Juni 2021 20:33 WIB

Share
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip. )foto"Aris_

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Dinas Kesehatan Kota Bandung terus berusaha menekan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR). Saat ini, BOR di Kota Bandung turun menjadi 78,86 persen. Sejak 9 Juni 2021, sudah ada penambahan 85 tempat tidur di seluruh rumah sakit.

Sebelumnya, angka BOR ini sempat melampaui angka 80 persen. Pada situasi ini, masyarakat harus tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19. Namun tak perlu panik lantaran sudah ada pedoman penanganannya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip mengaku, sudah berkoordinasi dengan para pengelola rumah sakit. Hasilnya sejak 9 Juni 2021 kemarin terdata sudah ada penambahan 85 tempat tidur di seluruh rumah sakit.

“Per hari kemarin, BOR di 78,86 persen, ini berhasil kita tekan. Karena per hari kemarin tempat tidur ditambah 85 tempat tidur di seluruh rumah sakit di Kota Bandung,” ucap Rosye di Balai Kota Bandung, Kamis, (10/06/2021).

Dengan penambahan 85 fasilitas tempat tidur baru tersebut, saat ini terdapat 1.670 tempat tidur di seluruh rumah sakit di Kota Bandung. Sedangkan tingkat keterisiannya sebesar 78,86 atau sebanyak 1.317 tempat tidur. 

Dengan kata lain, masih ada sekitar 353 tempat tidur tersedia di Kota Bandung. Itu juga bisa dimanfaatkan oleh pasien yang berasal dari luar daerah.

Menurutnya, sekitar 78,86 persen ini bukan seluruhnya diisi oleh warga Kota Bandung, tapi memang diakses juga oleh pasien dari luar Kota Bandung. Dari jumlah tersebut sebesar 56,11 persen itu penduduk Kota Bandung. Sisanya sebesar 43,89 persen itu berasal dari luar Kota Bandung.

Rosye mengungkapkan, penambahan tempat tidur ini bukanlah solusi akhir untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hanya saja, langkah ini dalam rangka antisipasi penanganan terhadap kondisi perkembangan sebaran kasus.

Rosye menegaskan, strategi utama guna melawan pandemi yakni dengan komitmen dan konsistensi pemerintah dalam melakukan Testing, Tracing, dan Treatment (3T).

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler