Pengrajin Kerupuk Singkong di Desa Palir Cirebon Terancam Gulung Tikar

Sabtu, 12 Juni 2021 10:58 WIB

Share
Usaha kerupuk singkong sangat bergantung pada cuaca. Bahan baku singkong yang telah diolah harus dijemur di terik panas matahari.(foto:Ejub)

CIREBON, POSKOTAJABAR.CO.ID

Pengrajin Kerupuk Singkong  Desa Palir Kecamatan Tengah Tani Kabupaten  Cirebon, terancam gulung tikar akibat terpaan Covid-19 yang  menimpa hampir semua sektor usaha.

Tak terkecuali, usaha Kerupuk Singkong yang tumbuh di perumahan di desa setempat merasakan dampaknya di masa pendemi sekarang ini.

"Baru sekarang ini saya merasakan pahitnya usaha. Jangankan berharap  untung masih bertahan saja sudah. bagus,"tutur Saryami, Jumat (11/06/2021).

Sebetulnya, kata Saryami, memasuki musim kemarau sekarang ini sebagian usaha Kerupuk Singkong bisa tersenyum, karena bahan baku yang dikelola diproses melalui penjemuran panas sinar matahari.

Ini artinya, usaha Kerupuk Singkong yang sangat bergantung pada cuaca panas dapat diartikan untung dalam usaha. Namun pada masa paceklik ini malah sebaliknya.
"Di masa sepi pembeli kali ini, lanjut Saryami, usaha yang dikolanya turun hingga 60 persen,"katanya

Bila dikalkulasi, dari bahan bahan baku singkong 1 kuintal setelah diolah menjadi kerupuk mengendap hingga berhari hari.

Namun demikian, bila dibanding pada masa nornal, dari jumlah bahan baku yang sama, satu hari habis terjual. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya pembeli di samping pelanggan yang datang langsung ke tempat usahanya.

Usaha Kerupuk Singkong yang dijalankan bertahun tahun kini tidak lagi jadi tumpuan hidupnya. Sepinya pembeli menjadikan usahanya terancam bangkrut

"Saat ini saya hanya bisa pasrah. Namun demikian bukan berarti menyerah. Usaha harus tetap jalan,' kata Saryami.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler