Sang Terpidana dari Prancis itu Bernama Kylian Mbappe

Rabu, 30 Juni 2021 16:56 WIB

Share
Pemain Prancis Kylian Mbappe mengekspresikan kekecewaannya setelah gagal menembak penalti ke gawang Yann Sommer (Swiss). (twitter)

PARIS, POSKOTAJABAR.CO.ID.-

Mata pecinta sepak bola Prancis kini tengah tertuju ke striker Kylian Mbappe. Bahkan, mata dunia pun kini tertuju ke pemain Timnas Prancis berusia 22 tahun itu.

Ya, mata dunia kini memelototi pemain Paris Saint Germain itu. Apa lagi mata para penjudi yang kalah taruhan pada saat pertandingan antara Prancis melawan Swiss.

Tak lain, karena pemain kelahiran 20 Desember 1998 itu gagal melakukan tugasnya sebegai eksekutor penalti. Kegagalannya yang membuat Prancis harus tersingkir dari perebutan Euro 2020. 

Ibaratnya, Kylian Mbappe itu seorang terpidana yang tengah dicecar tuduhan oleh jaksa. Apapun alasan yang dikemukakan, ia tetap akan menjadi pesakitan.  Vonisnya akan tetap, karena Kylian Mbappe lah Prancis gagal.

Mbappe oleh pelatih Prancis, Didier Deschamps, ditempatkan sebagai algojo terakhir. Tam,paknya sengaja, mengingat pemain muda ini memang punya pengalaman bagus di Piala Dunia 2018.

Seperti kita ketahui, Kylian Mbappe merupakan salah satu bintang yang turut membawa Prancis menjadi juara dunia. Ia menyeruak muncul bersama beberapa seniornya seperti kiper Hugo Lloris (Tottenham Hotspur).

Juga pemain lainnya seperti  Lucas Hernandez (Atletico Madrid),  N’Golo Kanté (Chelsea FC), Olivier Giroud (Chelsea FC), Antoine Griezmann (Atletico Madrid), dan lain-lain yang saat ini main di Piala Eropa 2020 ini.

Penampilan yang pede saat Piala Dunia 2018 di Rusia itu, membuat kepercayaan penuh dari pelatih Didier Deschamps yang juga turut membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998 di negerinya.

Pada saat Prancis adu penalti dengan Italia di babak semifinal, Kylian Mbappe pasti tidak menyaksikan ketegangan timnya bangsa Prancis yang menyaksikan adu penalti itu di Stade de France Saint Dennis, Paris.

Saat itu, Didier Deschamps sendiri bukan sebagai eksekutor. Lima pemain Prancis yang menjadi penendang saat itu adalah Zinedine Zidane, Bixente Lizarazu, David Trezequet, Thiery Henry, dan Laurent Blanc. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler