Pro dan Kontra Vitamin D dapat Menyembuhkan Covid-19, Benarkah?

Selasa, 13 Juli 2021 22:12 WIB

Share
kamu perlu mengkonsumsi vitamin c, berikut alasannya. Sumber foto Unplash

Namun, mereka juga menyampaikan bahwa pemberian vitamin D sebelum diagnosis tidak memengaruhi hasil pengobatan terhadap pasien.  

“Artinya, vitamin D yang dikonsumsi sebelum pasien terdiagnosis Covid-19 dibanding dengan pasien yang tidak mengonsumsi, ternyata sama saja hasilnya,” jelas Profesor Zubairi.  

Penelitian juga memuat, apabila dosis vitamin D terlalu banyak, akan ditemukan toksisitas sebagai efek samping.  

Meski pemberian tambahan vitamin D sebesar 10 hingga 25 mikrogram tiap hari dapat memproteksi pasien terhadap infeksi akut saluran pernafasan, menurutnya belum ada cukup bukti untuk mencegah penyakit Covid-19.  

“Dari poin-poin tadi, saya memandang belum ada cukup bukti bahwa vitamin D mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Begitu juga untuk pengobatannya,” jelasnya. 

 Bahkan Food Drug Administration (FDA) tidak mengeluarkan izin untuk vitamin D sebagai bagian dari pengobatan Covid-19.  

Profesor Zubairi menegaskan satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah Covid-19 saat ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan.  

Saat ini, masih sulit mengetahui apakah vitamin D bisa mencegah dan mengobati Covid-19.   “Hasil beberapa penelitian belum konsisten.

Tapi, asupan vitamin D tetap penting, namun bukan dalam rangka mengobati Covid-19,” tutupnya. 

Halaman
Reporter: Ririn
Editor: Ririn
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler