Gaduh Tender 2021, Ketua Komisi B DPRD Cianjur Peringatkan Barjas 

Rabu, 14 Juli 2021 18:54 WIB

Share
Ketua Komisi B DPRD Cianjur Shinta Dewi Yuniarti (Tengah) tengah memimpin rapat kerja dengan Barang dan Jasa,(foto:Nuki)

CIANJUR.POSKOTAJABAR.CO.ID

Kegaduhan pada pelaksanaan tender di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur menyulut reaksi keras DPRD. Komisi B DPRD Cianjur yang membidangi  Barang dan Jasa (Barjas) langsung melayangkan undangan,  memanggil Kepala Bagian Barjas untuk dimintai penjelasan.

Ditemui seusai gelar rapat kerja dengan Barjas, Selasa (13/07/2021) Ketua Komisi B DPRD Cianjur, Shinta Dewi Yuniarti menegaskan, pengawasan di Barjas harus diperketat, agar semua proyek yang dilaksanakan sesuai dengan speknya. Spesifikasinya tidak merugikan dalam hal ini masyarakat.

"Tadi ada yang menyampaikan baru beberapa bulan sudah rusak hasil pembangunannya. Dan ini kejadiannya berulang ulang, nah ini tentu sisi pengawasannya harus lebih diperketat,"ujarnya.

Menurut legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu Dinas PUPR dan Barjas haruslah kuat, kalau memang kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) silahkan meminta pengajuan tambahan personil.

"Soal itu mungkin bisa diperkuat juga sama Komisi A,"imbuhnya.

Saat ditanya apakah sistem penentuan pemenang yang digunakan Barjas memang mengacu pada aturan?

"Tadi penawaran hari ini sebagaimana disampaikan Barjas itu sudah sesuai dengan aturan. Bahwa menurut Perpres itu adalah penawaran terendah, walaupun acuannya tidak hanya itu. Acuannya adalah berkas sebelumnya, syarat sebelumnya juga harus terpenuhi,"jawabnya.

Sekarang ini ada kegaduhan pada proses tender, bagaimana Komisi B menyikapi soal itu?

Soal adanya keberatan atau ketidakpuasan kan itu sudah ada tahapan masa sanggah. Jadi kalaupun ada peserta tender yang keberatan ya bisa melalui jalur itu.

Tadi juga disampaikan Kabag Barjas sekarang ini memang ada beberapa sanggahan yang akan dijawab atau klarifikasi Barjas. Ini artinya bisa jadi ada kemungkinan kesalahan entah apa itu ada keteledoran pihak barjas atau prosedurnya bagaimana, kita kurang paham karena namanya juga manusia,"jawabnya.

Bagaimana tanggapan ibu soal adanya rekanan yang akan memperkarakan Barjas hingga ke PTUN?

"Kalau jalur sanggahan memang sudah dilakukan kemudian tidak memuaskan, ya jalur tersebut bisa dilakukan rekanan. Tapi harapan kita tidak sampai semua permasalahan itu harus ke meja hijau lah,"ucapnya

Melakukan pendalaman terhadap kondisi lelang yang sekarang tengah berlangsung memanas, Srikandi dari PKS itu berencana akan melakukan rapat lanjutan dengan Barjas.

"Kita akan lakukan pengawasan intensif pada Barjas, karena memang ini bagian yang menjadi sorotan banyak pihak. Semua melihat kesana alur uang akan beredar disana melalui barang dan jasa,"kata Shinta.

Pihaknya juga meminta jajaran Barjas untuk bisa terbuka. "Supaya sama sama bisa mengawal proses tender ini berjalan dengan baik sesuai aturan,"pungkasnya. (Nuki)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler