Gubernur Jabar: Jangan Ada Lagi  Warga yang Meninggal Saat Isoman karena Kurang Atensi Aparat Setempat

Rabu, 14 Juli 2021 20:24 WIB

Share
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (foto:ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Gubernur Jabar Ridwan Kamil membenarkan sebanyak 160 warga yang tengah menjalani isolasi mandiri meninggal dunia sebagaimana laporan Koalisi Masyarakat Lapor Covid-19 dalam konferensi pers secara daring, beberapa waktu lalu.

"Sudah lebih dari 160 warga Isoman di Jawa Barat meninggal dunia. Oleh karena itu Pak Sekda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kami minta untuk mengecek mereka yang isoman. Pastikan isoman itu membaik bukan memburuk," katanya, Rabu (14/07/2021).

"Jangan ada lagi yang meninggal dunia di rumah-rumah karena aparat RT-RW, lurah dan lain-lainya tidak mengecek karena kurang atensi," tambahnya.

Pemda Provinsi Jabar juga secara proaktif untuk jemput bola dengan membagikan obat-obat gratis kepada masyarakat yang isoman. Selain itu, Pemda Provinsi Jabar juga menyediakan telekonsultasi untuk masyarakat yang sedang isoman melalui fitur Isoman di portal Pikobar.

Sebelumnya, Co-Inisiator Koalisi Masyarakat Lapor Covid-19 Ahmad Arif mengatakan, 451 pasien isoman Covid-19 dilaporkan meninggal dunia.

Arif menjelaskan sesuai data dari 451 pasien isoman tersebut, 160 orang di antaranya berasal dari Jawa Barat.

"Untuk tingkat provinsi, korban terbesar diduduki Jawa Barat dengan 160 pasien, sementara tingkat kota kabupaten (kokab), korban terbanyak berasal dari Kota Bekasi dengan 81 korban," jelasnya.

Pasien meninggal karena keterlambatan penanganan, ada juga pasien yang beranggapan sakit biasa sehingga terlambat diperiksa dan baru terkonfirmasi positif Covid-19 setelah meninggal dunia.

"Ada juga pasien yang tidak mau ke Rumah Sakit, karena takut di-Covidkan. Ada beberapa orang yang tinggal di daerah kawasan perdesaan di beberapa daerah di Jawa timur mereka itu menyebut sakit biasa, mereka menyangkal covid kemudian terlambat diperiksa," kata Arif.

Kasus lainnya, pasien tidak tertolong karena karena RS penuh. Pasien ini umumnya, datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi memburuk.

"Kematian yang paling banyak adalah menimpa kelompok lanjut usia (lansia) serta orang dengan komorbid  diabetes dan hipertensi," terangnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler