Cari Oksigen Medis Sampai Singapura, Gubernur Jabar Minta yang Sembuh Berbagi

Kamis, 15 Juli 2021 10:16 WIB

Share
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melepas truk berisi tabung oksigen untuk wilayah Ciayumajakuning di Jalan Jakarta, Kota Bandung, Rabu (14/07/2021). (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, oksigen medis saat ini masih menjadi barang langka untuk itu, yang telah sembuh diingatkan untuk meminjamkannya kepada warga lain yang masih terpapar Covid-19.

"Mereka yang sudah sembuh isoman punya tabung oksigen tidak terpakai, saya imbau untuk saling meminjamkan antar warga, itu barang langka soalnya," katanya usai melepas truk berisi tabung oksigen di Posko Kabupaten Kota di Jawa Barat, di PT Migas Hulu Jabar, Rabu, (14/07/2021).

Emil panggilan untuk Ridwan Kamil juga meminta, kepada Wali Kota dan Bupati di Jabar untuk ikut mensosialisasikannya kepada warganya.

"Saya titip kepada pak wali, pak bupati agar sosialisasikan juga kepada masyarakat," imbaunya.

Selain itu, itu Emil juga mengatakan, Pemprov Jabar sudah mendapat bantuan berupa 1.500 tabung oksigen dari Singapura.

Bantuan itu, kata Emil, sangat penting mengingat sulitnya mencari perusahaan yang memproduksi tabung oksigen.

"Kemarin baru pulang dari Sumatera, untuk meminta komitmen perusahaan-perusahaan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Saya juga ikut mencari bantuan dengan mengontak sahabat-sahabat lama saya di Singapura. Alhamdulillah, hari Kamis akan datang 1.500 tabung dari Singapura hasil pendekatan langsung kepada mereka," ucapnya.

Kebutuhan akan tabung oksigen terus mengalami peningkatan. Tak hanya di rumah sakit, tapi banyak juga pasien-pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) membutuhkan tabung oksigen.

"Pak Sekda telah menghitung neraca kebutuhan oksigen di Jabar, yang biasa normal, saat ini melonjak bekali-kali lipat. Sehingga  kita ada defisit per hari ini sampai 300 ton," katanya.

"Oleh karena itu strategi kita terbagi dua. Fokus pada pembelian dan mencari hingga ke daerah atau negara tetangga. Karena apa? karena yang meninggal akibat saturasi rendah kekurangan tabung dan oksigen itu banyak sekali," imbuhnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler