Kutukan Final EURO 2020 Tidak Berakhir, Mengalami Pelecehan Rasial, Jadon Sancho: Kebencian Tidak Akan Pernah Menang

Kamis, 15 Juli 2021 08:37 WIB

Share
Jadon Sancho mengalami pelecehan rasial usai gagal dalam EORO 2020. (foto.Instagram/@sanchooo10)

BANDUNG,POSKOTAJABAR.CO.ID

Telah mengalami pelecehan rasial setelah gagal mengeksekusi penalti saat final Euro 2020 sehingga membuat Inggris kalah dari Italia, Minggu lalu.

Jadon Sancho  mengaku sedih dengan perlakuan nrasial tersebut. Namun, dia berusaha dalam perasaan tenggelam, ia bermenung tentang semuanya. Ia merasakan tidak sendirian, kegagalan penalti juga dialami Marcus Rashford, dan Bukayo Saka.

Dan dari permenungan itu, ia kemudian mendapatkan kejernihan pikir, lantas dia goreskan di akun instagramnya. Ia bicara lantang lewat tulisan. Sancho menandaskan 'kebencian tidak akan pernah menang', satu pesan yang sangat kuat.

Media Inggris sangat menhargainya, terbukti menyebut ketiganya sebagai trio pemberani, seperti ditulis The Sun. Ditulisnya, Trio Pemberani menjadi sasaran banyak pelecehan rasis, yang membuat Sancho sedih.

Tetapi pemain sayap itu berjanji untuk bangkit kembali lebih baik dari sebelumnya saat dia berterima kasih kepada penggemar atas dukungan dan kepositifan mereka.

Sancho (21), memposting hasil permenungannya yang cukup reflektif, dan dia mengalami hal rasial bukan yang pertama.

"Saya tidak akan berpura-pura bahwa saya tidak melihat pelecehan rasial yang saya dan saudara-saudara saya Marcus dan Bukayo terima setelah pertandingan, tetapi sayangnya itu bukan hal baru," tuturnya.

"Sebagai masyarakat kita perlu berbuat lebih baik, dan meminta pertanggungjawaban orang-orang ini. Kebencian tidak akan pernah menang," tandasnya.

"Kepada semua anak muda yang telah menerima pelecehan serupa, tegakkan kepala dan terus kejar mimpi.

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler