DKPP Kota Bandung Periksa Ribuan Hewan Ternak, Ratusan tidak Layak Qurban 

Jumat, 16 Juli 2021 09:56 WIB

Share
Kepala Dinas DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar. (foto:Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Pemkot Bandung sudah memeriksa ribuan hewan ternak yang dijual pedagang di 124 titik jual, hasilnya ada seratusan yang tidak layak qurban. Yang layak ditandai dengan kalung dari DKPP Kota Bandung.

Kepala Dinas DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan sejak 12 Juli kemarin tim pemeriksa hewan ternak sudah cek kelayakan hewan ternak yang dijual di pasarqkurban.

"Kita sudah terjunkan Satgas Tim Pemeriksaan Hewan Kurban terdiri dari staf dinas dan komunitas dari dokter hewan Indonesia Jawa Barat," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Gin Gin mengungkapkan tim tersebut bertugas melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa hewan qurban yang beredar di Kota Bandung dinyatakan sehat atau layak.

"Tim dibagi ke 30 Kecamatan, satu kecamatan 2-3 orang susuri lapak hewan. Kita periksa sesuai syariat, sehat dan layak," ungkapnya.

Gin Gin menyebut hewan kurban yang sudah diperiksa dan dinyatakan sehat akan ditandai dengan kalung dari DKPP Kota Bandung.

"Setelah dinyatakan sehat, nanti diberikan kalung yang dipasang di hewan kurban, apakah di leher sapi atau domba. Warga akan dengan mudah melihat hewan sehat karena sudah dipasang kalung," ujar Gin Gin.

Dari catatan DKPP ada 124 titik penjual hewan kurban di 30 kecamatan di Kota Bandung.

"Tempat penjualan di wilayah tersebar di 30 kecamatan, ada sekitar 124 titik yang direkomendasikan oleh kewilayahan, khususnya penjual pendatang," ujarnya.

Gin Gin menjelaskan hingga, Rabu (14/07/2021) , DKPP Kota Bandung sudah memeriksa 3.925 ekor hewan ternak yang terdiri dari sapi, domba dan kambing. Dari jumlah tersebut ditemukan hewan kurban yang tidak lolos pemeriksaan.

"Ada sebanyak 1.076 ekor sapi yang sehat dan layak, dan 62 ekor tidak lolos pemeriksaan," jelasnya.

Domba, kata Gin Gin yang sudah diperiksa sebanyak 2.616 ekor, dari jumah tersebut 158 ekor tidak layak. Sementara, kambing dari 8 ekor yang telah diperiksa, 5 ekor tidak lolos pemeriksaan.

“Ketidaklayakan dan tidak sehat ini umumnya disebabkan oleh usia yang belum memenuhi. Kalau sapi tidak kurang 2 tahun dan sudah tumbuh gigi tetap dan syarat lain," ujarnya.

"Kebanyakan memang belum cukup umur. Ada beberapa penyakit memang seperti sakit mata atau di sekitar mulut, tapi itu bisa segerea diobati,” bebernya.

Masih menurut Gin Gin, tim pemeriksa akan bertugas sampai 19 Juli 2021. Selanjutnya, tim post-mortem akan bergerak memantau pelaksanaan penyembelihan dan memeriksa kualitas hasil penyembelihan.

“Tim post-mortem akan memastikan hewan qurban setelah dipotong. Bagian hewan yang tidak layak konsumsi akan dipisahkan. Tim bergerak pada masa pemotongan yaitu sampai hari keempat lebaran,” katanya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler