Wakil Walikota Cirebon: Mohon Maaf Adanya Penyekatan Guna Menekan Mobilitas Warga

Jumat, 16 Juli 2021 09:45 WIB

Share
Wakil Walikota Cirebon Dra. Eti Herawati ketika berkunjung di penyekatan Wilayaha Kedawung. (foto:Ist)

CIREBON, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Bagi warga yang akan memasuki Kota Cirebon, tidak semudah seperti sebelum masa pandemi. Sejak merebaknya virus Corona akses jalan di beberapa tempat menuju Kota Cirebon harus disekat petugas.

Salah satu akses jalan seputar Wilayah Kedawung yang merupakan daerah penyanggah kini dijaga ketat petugas. Tanpa kecuali bagi warga yang ingin ke Kota Cirebon harus melalui pemeriksaan.

Wakil Walikoota Cirebon, meminta maaf atas ketidaknyamanan warga yang akan masuk ke Kota Cirebon. Penyekatan dilakukan untuk menurunkan angka kasus positif Covid-19. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai meninjau penyekatan kendaraan yang dilakukan jajaran Polres Cirebon Kota (Ciko) di Kedawung, Kamis,,( 15  /07/2021)

. “Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat ini,” ungkap Eti. Khususnya bagi warga yang akan masuk Kota Cirrbon.

Sesungguhnya, lanjut Eti, penyekatan dilakukan untuk meminimalkan mobilitas warga. Sehingga angka penyebaran Covid-19 tidak terus mengalami kenaikan. 

 Untuk itu ,Eti mengimbau, kepada warga yang akan masuk ke Kota Cirebon untuk menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan. Seperti negatif berdasarkan hasil tes antigen maupun PCR.

“Ini kita lakukan agar angka positif Covid-19 di Kota Cirebon bisa segera melandai,” ungkap Eti. Dengan begitu, Kota Cirebon bisa segera keluar dari pandemi Covid-19 dan warga bisa kembali beraktivitas secara normal 

ada kesempatan tersebut Eti kembali meminta kepada seluruh warga untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan (Prokes) penyebaran Covid-19 bisa segera ditekan.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler