Bandara Kertajati Diusulkan Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jika BOR Terus Meningkat

Sabtu, 17 Juli 2021 14:21 WIB

Share
Bandara Kertajati diusulkan dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19. (Bappeda Jabar)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID- Sejalan dengan meningkatnya kasus positif Covid-19, angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau presentase tingkat penggunaan tempat tidur di rumah sakit juga semakin meningkat. Oleh karena itu, pemerintah harus menyiapkan cadangan rumah sakit. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dianggap cocok untuk dijadikan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19.

Wakil Rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) XII Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon Hj. Yuningsih M.M., mengungkapkan, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jabar bisa memanfaatkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19.

"Dengan kondisi seperti ini, saya kira sisa saja BIJB Kertajati dijadikan Rumas Sakit Darurat Covid-19. Karena memang sekarang rumah sakit sudah tidak lagi bisa menampung untuk yang sakit diluar Covid-19. Fokus ke Covid-19. Sementara orang yang sakit selain Covid-19 kan tetap aja. Seperti mau melahirkan. Akhirnya, pelayanan terhadap pasien lainnya, bukan hanya tertunda. Namanya ya, terabaikan," katanya saat dihubungi via telepon selularnya, Jumat,16 Juni 2021.

Hal itu diungkap anggota Komisi II DPRD Jabar karena mengetahui BIJB Kertajati saat ini tengah dalam kondisi belum bisa maksimal melaksanakan peran dan fungsinya. "Sebelum Covid-19, juga sudah tidak ada penerbangan apalagi sekarang, dimasa pandemi seperti sekarang ini," ungkapnya. Soal rencana memanfaatkan BIJB Kertajati bengkel pesawat menurut Yuningsih juga belum terlaksana.

"Jadi, dari pada kosong, dan dikhawatirkan bisa mempercepat kerusakannya lebih baik dimanfaatkan untuk suatu yang lebih bermanfaat, menjadi rumah sakit darurat," ungkapnya.

Mengingat waktu tempuh menuju tempat tersebut juga belum maksimal --Tol Cisumdawu masih kejar tayang proses pembangunannya, pasien Covid-19 yang dilayani rumah sakit darurat tersebut tidak perlu dari Bandung Raya, bisa warga sekitar. "Warga dapil saya 'kan dekat tuh, saya dari Dapil Cirebon dan Indramayu," ungkapnya.

Alasan, Hj. Yuningsih mendorong BIJB Kertajati jadi RS Darurat Covid-19 karena Bandara Kertajati saat ini dalam kondisi tidak berfungsi secara maksimal. "Sekarang, kantor desa aja bisa dijadikan tempat pelayanan pasien isoman Covid-19, masa BIJB Kertajati tidak," jelasnya.

Terlebih, Bangunan BIJB Kertajati juga besar dan masuk kategori layak untuk jadi rumah sakit darurat. "Kalau nanti disulap jadi RS Darurat Covid-19 tentunya harus ada penambahan penambahan fasilitas lain. Tetapi kalau dilihat dari kelayakannya, sangat layak, aman dan nyaman. Cuma mungkin, perlu penambahan kebutuhan-kebutuhan medis lainnya seperti oksigen dan lain sebagainya," pungkasnya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler