Dampak Penyekatan di Indramayu, Jalan Alternatif Arah Waduk Bojongsari Padat

Sabtu, 17 Juli 2021 22:28 WIB

Share
Pengendara kendaraan bermotor roda empat dan roda dua terjebak macet saat melintasi jalan alternatif arah Waduk Bojongsari, Indramayu, Jabar. (Foto: Yan)

INDRAMAYU, POSKOTAJABAR.CO.ID – Ada penyekatan kendaraan di sejumlah ruas jalan protokol, khususnya di Bundaran Mangga, membuat para pengendara kendaraan bermotor pada Sabtu, 17 Juli 2021 sore  pukul 17.11 WIB terjebak macet. Kemacetan itu terjadi di jalan alternatif  arah Waduk Bojongsari, Indramayu, Jawa Barat. 

Jalan kabupaten selebar kurang lebih 3 meter, penuh sesak oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Para pengendara itu, sebetulnya tidak sengaja melintasi jalan alternatif  Waduk Bojongsari ini.

Mengingat ada penyekatan kendaraan di jalan-jalan protokol khususnya di Bundaran Mangga, membuat pengendara kendaraan bermotor menghindari   penyekatan dan terpaksa melintasi jalan alternatif arah Waduk Bojongsari.

 “Pengendara sebetulnya tidak sengaja melintasi jalan ini. Karena ada penyekatan kendaraan di Bundaran Mangga, mereka terpaksa lewat sini,” ujar  Tara (43) salah seorang pengendara skuter matic yang terjebak macet di jalan alternatif  Bojongsari.

 Ia mengemukakan, saking banyaknya kendaraan yang melintas,  membuat traffic kendaraan yang melintasi pada ruas jalan alternatif arah Waduk Bojongsari tersendat. Bahkan, mengalami kemacetan.

 “Cukup merepotkan warga sekitar yang akan bepergian kemana-mana. Karena ruas jalan depan rumah macet. Sekalipun ada beberapa warga dengan sukarela membantu mengatur kendaraan tapi macet tetap tak terhindarkan,” ujarnya.

Kepadatan traffic kendaraan yang melintasi jalan alternatif ini terjadi sejak Sabtu, 17 Juli 2021 siang. Volume kendaraan semakin meningkat jumlahnya pada sore hari. Biasanya, saat warga kembali ke rumah setelah melakukan aktivitas.  

 Penyekatan sejumlah ruas jalan, seperti Jalan  Kembar, Jalan Suprapto, dan Jalan Terusan berdampak pada pengendara kendaraan terpaksa mencari jalan alternatif. Cukup sulit menelusuri jalan alternatif di Kota Indramayu ini.

 Hal itu, sebagaimana diungkap Adi (42) dari Lelea. “Indramayu ini kotanya kecil, tapi banyak jalan tikusnya atau jalan alternatif  yang tidak ada petunjuk arah. Kalau tidak paham melintasi jalan tikus bisa tersesat,” ujarnya.

 Menurut Adi, dari Lelea bermaksud ke komplek Perumahan Margalaksana. Karena ada penyekatan terpaksa menelusuri jalan alternatif. Masalahnya Adi  kurang paham dengan kondisi jalan alternatif. Sering nyasar dan bolak – balik di sekitar jalan alternatif. (Yan)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler