Sebanyak 56 Ribu Vaksin Disalurkan BPBD Jabar di Cimahi, Warga Ber-KTP Manapun Boleh Ikut

Sabtu, 17 Juli 2021 16:41 WIB

Share
Ketua Kwarda Pramuka Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil, didampingi Istri Plt Walikota Cimahi, Ny. Ngatiyana saat melihat vaksinasi di wilayah Cimahi. (Bagdja)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.IDKetua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Barat, Atalia Praratya, dalam waktu 56 hari vaksinasi Kota Cimahi sama dengan 56 ribuan vaksin akan diberikan kepada masyarakat kota Cimahi. Sentra vaksinasi di Kota Cimahi itu, berlangsung mulai tanggal 14 Juli – 10 September 2021. 

"Dalam waktu 56 hari itu untuk vaksinasi Kota Cimahi jumlahnya sama dengan 56 ribuan vaksin, akan diberikan kepada masyarakat kota Cimahi, dikali dua," ungkap Atalia Praratya, saat meninjau Sentra Vaksinasi yang diprakarsai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat di Technopark Baros, Kota Cimahi, Sabtu, 17 Juli 2017.
 
Bahkan, istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil itu,  mempersilahkan kepada masyarakat yang diluar wilayah Kota Cimahi, ikut bergabung bila ingin divaksin.
"Saya kira, ini baik sekali agar semua masyarakat dapat menerima akses. Jadi, jangan khawatir, untuk masyarakat yang tidak ber-KTP Cimahi pun dapat hadir untuk mengikuti vaksin di Technopark ini," tandasnya.
 
Tidak hanya itu, Atalia pun mencanangkan gebyar vaksin tersebut sebagai Sentra Vaksin BPBD Jabar tersebar di 6 titik se-Jawa Barat. Kegiatannya melibatkan pramuka sebagai pengabdian kepada masyarakat, yang akan membantu panitia menjaga kondusivitas, terutama supaya tidak berkerumun, mengatur alur, dan sebagainya. 
 
Setiap harinya, panitia mengalokasikan 2.000 dosis vaksin. Dengan demikian, selama 56 hari disalurkan 112 ribu dosis vaksin untuk disuntikan kepada 56 ribu orang sebanyak dua kali.

Seorang yang telah menerima vaksin, Intan (25) warga Melong Gren, saat dikonfirmasi, menyatakan,  merasa lega setelah dilakukan vaksin yang pertama, 

“Jujur saja, saya paling takut untuk disuntik. Tetapi karena saya ingin sehat, akhirnya saya paksakan untuk disuntik vaksin. Alhamdulillah rasanya tidak sakit, hanya ada sedikit rasa pegal saja di tangan bekas suntikan,” ungkapnya.

Intan mengajak masyarakat yang belum disuntik vaksin, huntuk tidak mengabaikan anjuram untuk vaksinasi itu.  diabaikan, "Lebih baik kita mencegah daripada harus diobati. Nggak sakit kok disuntiknya, kaya digigit semut aja," tutur Intan. (Bagdja)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler