PPKM Darurat Diperpanjang, Sejumlah Perusahaan di Bandung Barat Babak Belur, Para Bos Tak Sanggup Bayar Gaji Karyawan

Minggu, 18 Juli 2021 14:50 WIB

Share
Ilustrasi: Anggota gabungan Satgas Covid-19 PPKM di Bogor membubarkan kerumunan. (foto:ist)

POSKOTAJABAR.CO.ID - Sejumlah perusahaan manufaktur di Kabupaten Bandung Barat (KBB) satu per satu gulung tikar setelah dihantam pandemi Covid-19 dan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kondisi ini akan lebih parah ketika PPKM Darurat diperpanjang hingga akhir Juli 2021 dan akhirnya akan lebih banyak lagi perusahaan manufaktur di KBB yang gulung tikar karena pendapatannya mengalami penurunan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) KBB, Joni Tjakralaksana, mengatakan, berdasarkan laporan sementara, setidaknya sudah 20 perusahaan manufaktur di KBB yang gulung tikar akibat pandemi Covid-19.

"Perusahaan yang lapor ke kita ada 20 perusahaan. Untuk yang lain kita gak tahu karena belum lapor," ujarnya, Jumat (16/7/2021).

Dengan adanya perusahaan yang tidak lapor atau tidak berada dibawah naungan Apindo, maka data yang baru dihimpun sejak virus Corona masuk ke Indonesia, bisa saja jumlahnya jauh lebih banyak.

Sementara untuk perusahaan yang masih bertahan, kata dia, mereka terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan sejumlah karyawannya agar bisa tetap bertahan saat pandemi Covid-19.

"Karena pandemi ini membuat industri kehilangan potensi pendapatan sekitar 40 persen," kata Joni.

Joni mengatakan, selama pandemi Covid-19, para pengusaha tidak memikirkan untung lebih dulu, tetapi lebih memikirkan bagaimana caranya bisa bertahan di tengah kondisi krisis dan tetap memberikan hak gaji kepada buruh.

"Tiap perusahaan punya pendapatan berbeda-beda. Namun jika dipersentasikan rata-rata potensi lost sekitar 40 persen. Pasti banyak karyawan yang dirumahkan, sudah bukan rahasia lagi," ucapnya.

Agar industri di KBB tetap bertahan, pihaknya meminta ada keringanan suku bunga bank dan penghapusan beberapa pajak karena selama ini baru mendapatkan keringanan membayar listrik.

Halaman
1 2
Editor: Donpraditaabbas
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler