Secara Umum Hewan Kurban di Kota Cirebon Dinyatakan Sehat, DPPKP Beri Tanda

Minggu, 18 Juli 2021 08:32 WIB

Share
Petugas DPPKP Kota Cirebon ketika memeriksa hewan kurban. (foto:Ist)

CIREBON, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Secara umum hewan kurban  yang dijual di Kota Cirebon, dinyatakan layak untuk dikonsumsi. 
Demikian hasil pemeriksaan Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan  Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon yang dilakukan secara serentak di lima kecamatan.

"Hari ini tetakhir pemeriksaan. Kita sudah memulai pemeriksaan sejak Senin lalu. Seluruh kecamatan sudah didatangi. Ada lebih seribu ekor kambing dan domba serta 250 ekor sapi,"ujar Kepala DPPKP Kota Cirebon ir. Yati Rohayati, Sabtu (17/07/2021).

Tim DPPKP sendiri mengakhiri pemeriksaan di tempat penjualan hewan kurban di wilayah Kalijaga, Kecamatan Harjamukti. “Karena di sini tempat penjualan hewan kurban terbanyak, jadi yang diterjunkan juga full team. Alhamdulillah kita tidak menemui hewan kurban yang sakit parah,” ujarnya.

Menurut Yati, ada beberapa hewan kurban yang memiliki penyakit namun bisa diobati dan bisa sembuh cepat. “Begitu ditemukan hewan kurban yang sakit mata dan penyakit kulit, langsung kita obati dan bisa sembuh cepat. Jumlah hewan kurban tersebut sedikit jika dibandingkan dengan yang sehat. Untuk hewan kurban yang layak itu ada syaratnya yaitu cukup umur dan secara fisik tidak cacat,” kata Yati.

Ia pun tidak menampik masih ada hewan kurban belum cukup umur yang diperjualbelikan. Hal ini terutama ditemukan pada kambing dan domba. Untuk itu, ia memberikan imbauan agar hewan kurban yang belum cukup umur tersebut jangan dijual.

 

“Untuk mendeteksi hewan kurban belum cukup umur itu bisa dilihat dari struktur giginya. Jika gigi susunya sudah ganti ke gigi permanen maka hewan tersebut sudah cukup umur, biasanya rata-rata umur 1 tahun. Kamipun memberikan peringatan kepada penjual agar jangan menjual hewan kurban yang belum cukup umur,” tuturnya.

Kepada warga yang akan membeli hewan kurban, ia memberikan saran agar membeli hewan kurban yang telah diberikan label sehat. “Usai pemeriksaan, jika hewan kurban tersebut sehat maka kami memberikan cap di hewan kurban tersebut. Sebaiknya warga yang akan membeli bisa melihat cap tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPKP Kota Cirebon, Yudi Lukman Hakim, S.T.P. mengatakan, sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Cirebon No 443/63 – Kesra tentang peniadaan sementara malam takbiran, Salat Iduladha, dan petunjuk teknis pelaksanaan kurban 1442 H/2021 M pada masa pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Cirebon, maka pemotongan hewan kurban dilaksanakan H+1 Iduladha atau dimulai tanggal 21-23 Juli 2021.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler