Alat Peringatan Dini Tsunami di Pangandaran Dinilai Minim

Senin, 19 Juli 2021 10:11 WIB

Share
Alat peringatan dini tsunami (Early Warning System/EWS) di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. (Foto: Pinterest)

PANGANDARAN, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Alat peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat hanya ada dua unit yang masih aktif. Keberadaan dua alat tersebut tentu dinilai kurang atau minim karena Kabupaten Pangandaran memiliki pantai sepanjang 91 kilometer, yang tentunya memerlukan penambahan alat EWS tsunami yang banyak.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani, mengatakan, bahwa saat ini Pangandaran hanya memiliki dua alat EWS.

"Dulu, banyak ada beberapa buah, tapi sekarang alat peringatan dini EWS itu tinggal tersisa dua buah," ujar Dani Hamdani, Minggu, 18 Juli 2021. 

Kedua alat peringatan dini EWS tersebut, kata Dani, terletak di Bojongsalawe, Kecamatan Parigi dan Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran.

"Sampai saat ini keduanya masih aktif dan dibunyikan setiap bulan, sebagai percobaan masih aktif atau rusak," sebutnya, 

Dani mengatakan,bahwa pihaknya sudah mengajukan penambahan alat EWS kepada pihak Provinsi Jabar, namun hingga belum ada realisasi.

"Kalau usulan sudah, karena kita ingin menambah beberapa alat EWS terutama di daerah yang rawan," ucap Dani. 

Menurut dia, setidaknya perlu 20 lebih alat EWS yang harus dipasang di sepanjang Pantai di Kabupaten Pangandaran. "Di Pantai Pangandaran saja masih perlu lebih dari satu alat EWS," jelasnya. 

Sementara itu, daerah rawan yang dimaksud, sambung Dani, seperti Pantai Pangandaran, Legokjawa, Batuhiu, Madasari, dan Ciparanti yang merupakan daerah padat penduduknya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler