Penggunaan Alat Kotrasepsi di Kota Sukabumi Termasuk Tinggi, di Atas Nasional, Didominasi Non-MKJP

Senin, 19 Juli 2021 19:15 WIB

Share
Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2KBP3A) Kota Sukabumi. (Foto: Hendra)

SUKABUMI, POSKOTAJABAR.CO.IDPenggunaan  alat kontrasepsi di Kota Sukabumi sudah terhitung tinggi, yakni sebesar 75,52 persen dari  59.027 pasangan usia subur.  Namun, akseptor yang kebanyakan perempuan itu masih minim ber-KB berdasarkan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Kepala Seksi  Pengendalian Penduduk, Data, dan Informasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2KBP3A) Kota Sukabumi Kota Sukabumi, Fadli Hakim, menjelaskan, jumlah pemakaian kontarasepsi di Kota Sukabumi berjumlah 44.575 kepala keluarga dari pasangan usia subur sebanyak 59.027 kepala keluarga.

"Secara penggunaan kontrasepsi Kota Sukabumi sudah bagus yaitu 75,52 persen di atas capaian provinsi juga nasional,"ujar Fadli Hakim, saat ditemui di ruang kerjanya. Senin, 19 Juli 2021. 

Hanya saja, lanjut Fadli, penggunaannya masih didominasi oleh alat kontrasepsi jangka pendek (non-MKJP) seperti, kondom, suntik, dan pil dengan jumlah pengguna sebanyak 31.852 kepala keluarga. Sedangkan untuk penggunaan MKJP berupa IUD, MOW,MOP, dan Implan hanya berjumlah 12.723 pasangan.

"Capaian MKJP Kota Sukabumi baru mencapai 28,54 persen,"katanya.

Penggunaan alat kontrasepsi non MKJP tertinggi masih berupa suntik dengan jumlah 20.793 kepala keluarga, kemudian Pil 9.719, dan kondom sebanyak 1.340 pengguna.

"Sedangkan MKJP didominasi oleh pengguna IUD dengan jumlah  6.313, Implan 4.928, MOW 1.317, dan MOP 165 pengguna,"jelasnya.

Fadli menuturkan, saat ini pihaknya tengah menggenjot program perubahan penggunaan alat kontrasepsi yang digunakan oleh masyarakat, dari yang sebelumnya non MKJP agar beralih menggunakan MKJP.

"Karena capaian penggunaan kontrasepsi kita sudah bagus, yang kita lakukan saat ini adalah agar masyarakat berubah ke penggunaaan alat kontrasepsi jangka panjang," pungkasnya. (hendra)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler