Warga Palestina Diusir Polisi Israel Saat Salat Zuhur di Al Aqsa

Senin, 19 Juli 2021 22:50 WIB

Share
Ilustrasi (foto: ss.tr.com)

YERUSSALEM, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Bentrokan kembali terjadi antara penduduk Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dengan anggota Kepolisian Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Bentrokan Minggu 18 Juli 2021 tersebut terjadi karena aksi protes kedatangan warga Yahudi ke lokasi itu.

Dilansir dari Reuters, tidak ada korban luka berat dalam kejadian itu. Bentrokan akibat aksi lempar batu yang dilakukan kelompok pemuda Palestina itu dilaporkan terjadi secara singkat.

Menurut pernyataan para pejabat pemerintah Palestina, aparat Kepolisian Israel tiba-tiba datang dan mengusir warga Muslim yang tengah menunaikan salat Zuhur. Aparat keamanan Israel menggunakan peluru karet untuk mengusir para penduduk Palestina dari Kompleks Masjid Al-Aqsa.

 

Padahal sebelum kejadian situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa sangat tenang. Pemerintah Palestina pun mengecam aksi aparat Kepolisian Israel itu dengan mengatakan sikap warga Yahudi Israel yang menerobos sebagai sebuah ancaman terhadap keamanan dan stabilitas.

"Pemerintah penjajaha Israel bertanggung jawab penuh atas peristiwa warga Israel yang menerobos Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang dijajah," demikian isi pernyataan Pemerintah Palestina.

Menurut laporan media massa Israel, setelah bentrokan itu ada sekitar 1.300 warga Yahudi yang menerobos masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka datang untuk memperingati puasa di Hari Tisha B'av dengan dikawal aparat keamanan Israel.

 

Selepas bentrokan, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennet, mengatakan penduduk Yahudi Israel akan tetap melanjutkan kunjungan ke Kompleks Masjid Al-Aqsa dan mereka akan mengerahkan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler