Aduh Teganya! Mengaku Petugas PPKM, Lantas Memalak Tunanetra di Banjar

Selasa, 20 Juli 2021 19:20 WIB

Share
Seorang tunanetra di Kota Banjar, Ujang, kena falak seorang yang mengaku petugas PPKM Darurat. Ujang dimintai uang yang katanya denda Rp50 ribu (foto: dry) 

BANJAR,  POSKOTAJABAR.CO.ID-

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga Selasa, 20 Juli 202), dilatarbelakangi oleh peningkatan kasus Covid-19 yang cepat dan munculnya varian baru yang memiliki tingkat penularan tinggi.

Di Kota Banjar, Jawa Barat, penindakan terhadap pelanggaran gencar dilakukan untuk menimbulkan efek jera kepada pelanggar. Namun, situasi seperti ini di manfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab. 

Seperti yang menimpa warga Lingkungan Cimenyan Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Ujang Ahmad Ruhyat (36) seorang penyandang disabilitas tunanetra, pada Rabu, 14 Juli 2021  lalu. 

Ia kena palak atau dimintai uang oleh orang tak dikenal. Pemalak itu, memintai sejumlah uang sebagai denda atas kesalahan tidak menggunakan masker dengan benar. 

Kejadian itu, diawali seseorang tidak dikenal yang mengaku sebagai petugas penindak PPKM tersebut yang menegur Ujang karena masker yang digunakannya tidak benar, melorot dan tidak menutupi hidung. 

"Pada waktu kejadian itu, anak saya pulang sehabis mengantarkan gorengan dari koperasi guru. Ditegurlah oleh seseorang karena pakai masker melorot, terus diminta uang sebesar Rp 50 ribu. Anak saya langsung memberinya," kata Uhi Nasuhi, ayah Ujang, saat ditemui POSKOTAJABAR di rumahnya, Senin, 19 Juli 2021.

Kejadiaan naas tersebut, langsung viral di media sosial dan mengundang banyak komentar dari netizen. Salah seorang tetangganya yang mengaku simpati atas kejadian tersebut, mengunggah video rekaman pengakuan Ujang. 

Menanggapi kejadian tersebut, Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha, menyatakan, setiap penindakan ada SOP nya dan tidak serta merta langsung didenda ditempat atau dimintai sejumlah uang. 

"Sidang penindakan pelanggaran PPKM dilakukan secara terbuka di Alun-alun Kota Banjar. Setiap penindakan ada SOP nya dan ada tahapannya. Adapun denda yang dibayarkan melalui Kejaksaan setelah mendapatkan putusan dari hakim. Jadi, tidak serta merta penindakan langsung didenda dan bayar di tempat," papar Agus.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler