Kim Jong Un Ancam Eksekusi Kaum Muda Jika Gunakan Bahasa Gaul Korea Selatan

Selasa, 20 Juli 2021 09:40 WIB

Share
Kim Jong Un (foto Kontan)

BANDUNG, JABAR.POSKOTA.CO.ID – Korea Utara kembali membuat kontroversi. Pemerintah Korea Utara mendesak kaum muda di sana agar tidak menggunakan bahasa gaul Korea Selatan.

Ada juga peringatan baru di surat kabar resmi Korea Utara agar tidak mengadopsi mode, gaya rambut, dan musik Korea Selatan.

Hukum Korea Utara sedang membasmi segala jenis pengaruh asing. Bagi siapapun yang melanggar akan diberikan sanksi tegas berupa hukuman penjara atau bahkan eksekusi mati.

Surat kabar Rodong Sinmun memperingatkan kaum milenial tentang bahaya mengikuti budaya pop Korea Selatan. "Penetrasi ideologis dan budaya di bawah papan warna-warni borjuis bahkan lebih berbahaya daripada musuh yang mengambil senjata," tulis artikel itu melansir BBC pada Minggu, 18 Juli 2021.

 

 

Peringatan itu juga menekankan pada kaum muda untuk menggunakan bahasa Korea Pyongyang dengan benar.

Salah satu bahasa Korea Selatan yang sedang tranding di sana sana misalnya seorang wanita memanggil suaminya ‘oppa’ yang berarti ‘kakak laki-laki’ tetapi sering digunakan untuk menyebut pacar.

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un menyebut K-Pop sebagai "kanker ganas" yang menggerogoti negaranya. Kim menyatakan generasi muda negaranya meniru kebudayaan tetangga sekaligus musuh bebuyutannya, Korea Selatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, hampir tidak ada hari tanpa Kim atau media pemerintah yang mengecam pengaruh “anti-sosialis dan nonsosialis” yang menyebar di negaranya, terutama film Korea Selatan, K-drama, dan video K-pop.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler