Melarang Ekspor BBL, Kementerian KP Ajak kerja Sama Vietnam dalam Budidaya Lobster

Selasa, 20 Juli 2021 14:50 WIB

Share
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak kerja sama dengan Vietnam dalam bidang budidaya BBL. (Foto: KKP)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID -Mendukung program larangan ekspor benih bening lobster (BBL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang kerja sama budidaya antara Indonesia dengan Vietnam.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam menindaklanjuti dan membahas rencana kerja sama tersebut.

"Kami pastikan akan memberikan ruang bagi pembudidaya benih bening lobster Vietnam untuk berusaha di Indonesia," ujar Menteri Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta, Senin, 19 Juli 2021.

Rencana kerja sama itu, setelah secara resmi Kementerian KP melarang ekspor BBL melalui Permen KP No. 17 Tahun 2021. Pengambilan biota laut tersebut dari alam boleh dilakukan hanya untuk mendukung kegiatan budidaya di dalam negeri.

Langkah Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menutup keran ekspor BBL ini untuk mendorong geliat budidaya lobster dalam negeri. Betujuan untuk meningkatkan devisa melalui ekspor lobster konsumsi, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan menjamin kelestarian BBL maupun lobster di alam.

Selain kerja sama di bidang budidaya, Menteri Trenggono juga mengajak Pemerintah Vietnam untuk bersama-sama memerangi praktik penyelundupan BBL yang masih terjadi. Menurutnya, praktik tersebut merupakan bagian dari IUU Fishing yang menjadi musuh global.

Ajakan kerja sama ini bentuk penegasan bahwa Indonesia maupun Vietnam berkomitmen memerangi praktik illegal fishing dan memiliki komitmen mengelola dan membangun sektor perikanan di negara masing-masing dengan cara berkelanjutan sesuai prinsip ekonomi biru.

"Di dalam negeri, kami juga tegas terhadap penyelundup benur. TNI dan Polri kami gandeng untuk ini dan siap memberikan sanksi tegas," ujarnya. (Poskota/nst)***

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler