Ada Cacing di Hati dan Daging Sapi Kurban yang Dititip Potong ke RPH Ciroyom,

Rabu, 21 Juli 2021 21:11 WIB

Share
Drh Gitta (kanan) menujukkkan cacing di hati salah satu sapi kurban titipan masyarakat kepada Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana dan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar di RPH Ciroyom Jl Arjuna Kota Bandung, Rabu, 21 Juli 2021. (Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID -
Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana melihat proses pemotongan hewan kurban masyarakat yang dititipkan potong di RPH Ciroyom Jl Arjuna, Kota Bandung, Rabu, 21 Juli 22021. Salah satunya, sapi kurban dari Walikota Bandung Oded M Danial.

Dalam kunjungan tersebut, Yana Mulyana juga sempat ditunjukkan, ada cacing di salah satu sapi kurban masyarakat, yang dititip potong ke RPH Ciroyom.

"Tadi Ibu Dokter Hewan yang jadi tim post mortem RPH Ciroyom, temukan sapi yang tidak sehat, ada cacing di hati sapi tersebut. Temuan itu, tentunya laporkan ke pemilik sapi," jelas Yana.

Drh Gitta membenarkan tim post mortem, memang telah menemukan cacing hati di selah satu hewan kurban yang dititip potong di RPH Ciroyom. "Temuan itu telah kita sampaikan ke pemilik sapinya," ujarnya.

Soal berapa jumlah hewan kurban yang berdasarkan hasil pemeriksaan tim post mortem bercacing, drh Gitta mengatakan, ada tujuh. "Ada tujuh hewan, semuanya sapi," jelasnya.

Cacing-cacing itu, terang drh Gitta, bersemayam tidak hanya di bagian hatinya saja, tetapi juga di bagian daging. "Cacingnya, ada yang ditemukan di hati dan ada juga yang di bagian daging sapi," terangnya.

Sapi bercacing itu, kata drh Gitta akan direject, pada bagian yang ada cacingnya saja. "Yang diafkir hanya bagian tubuh sapi yang ditemukan cacingnya saja, yang lainnya tidak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, pada hari pertama, kuota pemotongan hewan kurban sudah terpenuhi. "Sudah mencapai 100 ekor. Kuotanya sudah terpenuhi," katanya. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler