Gawat! Semua RS Rujukan Covid-19 Kota Bandung Kekurangan Oksigen

Rabu, 21 Juli 2021 14:50 WIB

Share
Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana di RPH Ciroyom, Rabu, 21 Juli 2021, mengungkapkan RS Rujukan Covid-19 di Bandung kekurangan oksigen. (Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.IDWakil Walikota Bandung Yana Mulyana mengatakan, dalam beberapa pekan ini, kebutuhan oksigen meningkat di seluruh RS Rujukan Covid-19. Tidak terkecuali RS Immanuel yang kemarin pasang pengumuman terkait kondisi force majeur kepada pasien dan keluarga pasien. Mereka mengeluh tidak memiliki stok oksigen.

"Itu 'kan sebetulnya terjadi cukup merata di seluruh rumah sakit. Jujur sih, saya menyayangkan sampai surat itu (pengumuman force majeur kepada pasien dan keluarga pasien, viral ke mana-mana," kata Yana Mulyana, saat tinjau pemotongan hewan kurban di RPH Ciroyom Jl. Arjuna, Kota Bandung, Rabum, 21 Juli 2021.

Selain membuat pokja Oksigen, jelas Yana, bantuan oksigen medis untuk RS Rujukan Covid juga datang dari Pemprov Jabar, pemerintah pusat, dan pihak swasta. "Padahal, kita selama ini, kita sampai bikin pokja (kelompok kerja) oksigen segala," tambahnya. 

Akibat tersebarnya surat itu, terang Yana, terjadi kepanikan dari berbagai pihak. "Jadi, menimbulkan kepanikan. Ini terjadi merata, di rumah sakit, malah dialihkan 90 persen untuk media dan 10 persen untuk umum," katanya. 

Menurut Yana, kebutuhan oksigen media di RS Rujukan Covid-19 memang meningkat. "Masyarakat yang tengah isoman (isolasi mandiri) dan butuh oksigen itu juga kekurangan. Karena pernah ada panic buying, tidak seperti normal. Insyaallah ada bantuan seperti dari Krakatau Steel dan lainnya," terangnya.

Rumah Sakit Immanuel Bandung sendiri mendapat pasokan oksigen setelah sempat mengalami kehabisan stok pada Senin, 19 Juli 2021, akibat kebutuhan oksigen melonjak. "Saat ini sudah terkendali, oksigen liquid sudah tiba tadi subuh," ucap juru bicara RS Immanuel Bandung, Gideon Dwi Pamungkas, melalui pesan singkat, Selasa, 20 Juli 2021.

Gideon menerangkan, pasokan oksigen liquid yang tiba di RS Immanuel sebanyak 2,5 ton. Artinya, oksigen tersebut diperkirakan dapat bertahan sekitar satu setengah hari. "Oksigen liquid datang dari PT Samator sebanyak 2,5 ton dan kurang lebih akan bertahan selama satu setengah hari," ujarnya.

Adapun RS Immanuel menjadi salah satu dari 26 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung. Per hari ini, kata Gideon, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat sebanyak 80 orang.

Seperti diketahui, Rumah Sakit Immanuel pada Senin sempat kekurangan stok oksigen. Bahkan, manajemen memasang pengumuman terkait kondisi force majeure kepada pasien dan keluarga pasien. Dalam surat pengumuman yang ditandatangani Direktur Utama RS Immanuel itu, pihak manajemen menyampaikan permintaan maaf.

Selain itu, dalam surat tersebut pihak RS Immanuel menyatakan sudah berusaha untuk mencari dan memperoleh stok oksigen dengan meminta bantuan kepada vendor oksigen melalui Dinkes Kota Bandung dan Dinkes Jabar.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler