Kementerian Komunikasi dan Informatika Sebut Siaran TV Analog Boros

Jumat, 23 Juli 2021 02:30 WIB

Share
Ilustrasi TV (foto: ist)

BANDUNG, JABAR.POSKOTA.CO.ID.

Persiapan untuk mendukung siaran tv digital di Indonesia yang dimulai 2022 masih terus dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Migrasi siaran televisi teresterial dari analog ke digital akan bermanfaat bagi masyarakat antara lain berupa kualitas siaran dan internet cepat. Migrasi dari siaran televisi analog ke digital ini adalah suatu keniscayaan," kata Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M Ramli, Kamis 22 Juli 2021.

Menurut Ramli, Indonesia termasuk terlambat melakukan penghentian siaran analog, analog switch off (ASO) karena terganjal regulasi.

 

Landasan hukum yang kuat untuk ASO baru ada ketika Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja disahkan, yang mengamanatkan ASO akan selesai paling lambat 2 November 2022.

Setelah beralih ke siaran televisi teresterial digital, Kominfo menegaskan siaran televisi yang sampai ke masyarakat akan lebih baik kualitasnya, dari segi gambar maupun suara.

Penghentian siaran analog juga akan berdampak ke ketersediaan internet kecepatan tinggi di dalam negeri. Selama ini, spektrum frekuensi radio 700MHz, yang sangat cocok untuk telekomunikasi, sepenuhnya dihabiskan oleh siaran televisi teresterial analog.

Hal itu yang menjadi alasan tv analog disebut boros spektrum frekuensi.

"Siaran (tv) analog ini boros," ucap Ramli.

Halaman
1 2
Reporter: Dikki
Editor: Dikki
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler