Kekerasan Terhadap Anak Masih Tinggi di Masa Pandemi Covid-19

Jumat, 23 Juli 2021 14:13 WIB

Share
Ilustrasi kekerasan pada anak. (foto: Kris)

JABAR.POSKOTA.CO.ID.

Kekerasan terhadap anak di masa pandemi Covid-19 masih cukup tinggi dilakukan orang-orang terdekat. Padahal, menurut Ketua Badan Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) OK Syahputra Harianda, anak adalah manusia yang di dalam dirinya melekat harkat dan martabat kemanusiaan.

Lebih lanjut Harianda mengatakan, berdasarkan data Sistem Informasi Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan periode 1 Januari-9 Juni 2021 terjadi 3.314 kasus kekerasan terhadap anak dengan 3.683 korban.

"Propinsi Sumatera Utara hingga 4 Februari 2021, jumlah korban kekerasan terhadap anak di Kota Medan mencapai angka 154 orang, disusul Langkat 97 kasus dan Padang Sidempuan 96 kasus," paparnya, Kamis 22 Juli 2021.

 

Melihat data tersebut, lanjutnya, menjadi renungan bagi semua pihak bahwa kekerasan terhadap anak tidak bisa ditolerir.

Angka ini diyakini akan terus bertambah mengingat situasi dan kondisi saKeat ini, di mana pandemi Covid-19 telah memaksa terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, banyak karyawan yang dirumahkan, daya beli menurun dan angka kemiskinan yang meningkat.

 

Keadaan perekonomian keluarga yang menurun drastis di masa pandemi tersebut membuat hak anak akan pendidikan, gizi yang cukup, kesehatan dan lain sebagainya menurun bahkan terabaikan.

Ini berakibat terjadinya tindak kekerasan, eksploitasi dan perlakuan salah lainnya yang dialami anak, di mana pun berada.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler