Soal Vaksin Nusantara Dapat Pengakuan Dunia, Satgas Covid-19 Sebut Eks Menkes Terawan Menyesatkan

Sabtu, 24 Juli 2021 10:29 WIB

Share
Ilustrasi vaksin. (foto: unsplash)

JAKARTA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Belakangan mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengklaim kalau Vaksin Nusantara telah mendapat pengkuan dunia.

Namun, kabar tersebut baru-baru ini telah dibantah oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, melaui situs resmi https://covid19.go.id/.

Melalui sanggahannya itu, Satgas Covid-19 menilai kalau Terawan telah membuat kabar hoax alias pengakuannya dinilai menyesatkan.

Melalui unggahan di situs https://covid19.go.id/, dikutip Jumat 23 Juli 2021, tim menyebut klaim Terawan tersebut salah.

Klaim vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang mendapat pengakuan dunia untuk mengakhiri pandemi virus corona (Covid-19) menurut Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyesatkan.

Melalui unggahan di situs https://covid19.go.id/, dikutip Jumat 23 Juli 2021, tim menyebut klaim Terawan tersebut salah. Berdasarkan hasil periksa fakta oleh Fathia Islamiyatul Syahida dari Universitas Pendidikan Indonesia, tak ada informasi resmi dan kredibel terkait klaim tersebut.

Tim Satgas Covid-19 menyebut jurnal ilmiah terkait Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy yang dijadikan acuan pembuatan vaksin Nusantara baru berupa hipotesis yang dianggap memiliki efektivitas melawan virus SARS-Cov-2.

Ahli Biologi dan Molekuler Ines Atmosukarto menjelaskan tak seluruh jurnal yang dipublikasi bisa dikatakan sebagai bukti validasi yang mutlak. Ines sekaligus menyoroti jurnal yang dijadikan pengembangan Vaksin Nusantara tersebut bukan jurnal acuan untuk pelaporan penelitian vaksin.

Sementara itu, dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menyebut vaksin menggunakan teknologi sel dendritik sejatinya dimanfaatkan untuk memicu respons imun terhadap sel kanker. Sel ini memiliki tugas terhadap respons imun adaptif dan berperan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Dengan temuan itu, Astrid menyebut hingga kini belum ada pihak yang bisa memastikan efektivitas sel dendritik terhadap Covid-19.

Halaman
1 2
Reporter: Ririn
Editor: Ririn
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler