Program Farmaplus Kemenkes, Sebaiknya Melibatkan Seluruh Jejaring Apotek 

Minggu, 25 Juli 2021 04:23 WIB

Share
Ketua Umum PB IDI Dr Daeng Mohammad Faqih menilai Program Farmaplus Kemenkes cukup bagus, tapi perlu ditambah jjearing apotek. (Foto: Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID-

Blasting informasi yang viral di aplikasi whatsapp soal keberadaan website farmaplus.kemenkes.go.id berisikan panduan membeli obat Covid-19 yang saat ini keberadaannya sudah sulit dicari, dinilai bagus.

"Program bagus," kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr Daeng Mohammad Faqih saat dihubungi POSKOTAJABAR.CO.ID via whatsapp, Sabtu, 24 Juli 2021.

Dr Daeng menambahkan, akan lebih bagus lagi kalau terobosan yang dilakukan dengan program tersebut, ditindaklanjuti pemerintah dengan melibatkan semua apotek. "Kalau bisa, secara bertahap. Semua apotek dilibatkan," tambahnya.

Maksudnya, jelas Dr Daeng, semua apotek yang ada di Indonesia dimasukkan ke jejaring farmaplus agar jejaringnya lebih luas lagi.

"Rakyat lebih mudah lagi mengakses dan ini bermanfaat untuk menghidupkan apotek-apotek kecil untuk bisa ikut berpartisipasi," terangnya.

Mengingat pandemi masih berlangsung, belum diketahui berapa banyak stok obat yang harus dipersiapkan pemerintah untuk melawan virus, Dr Daeng dengan tegas mengatakan, harus ada kelonggaran dari pemerintah dalam mempercepat persediaan obat.

"Iya, dalam suasana emergensi seperti sekarang harus ada kelonggaran-kelonggaran untuk mempercepat persediaan obat," jelasnya.

"Peran perusahaan farmasi perlu didorong lebih kuat lagi, dan diberi kemudahan-kemudahan terutama perusahaan-perusahaan farmasi milik pemerintah atau BUMN," ungkapnya.

Soal berapa banyak apotek yang sudah masuk dalam jejaring farmaplus, Dr Daeng belum mengetahuinya secara pasti.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler