Bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Ajang Indonesia Financial Top Leader Award 2021

Kamis, 29 Juli 2021 06:42 WIB

Share
Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, menerima penghargaan untuk Bank bjb. (Foto: Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID-

Bank bjb kembali menorehkan pencapaian prestisius di pertengahan tahun 2021 ini, dengan menerima penghargaan Best Leader for Business Resilience Through Good Corporate Governance Initiative - Empowerment of The Micro and Small Medium Enterprises (MSMEs), Kategori Bank BUKU III, BPD.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi. Dalam sambutannya ia mengatakan kemampuan seorang pemimpin dalam mengolah sumber daya yang ada dengan sikap adaptif di berbagai situasi adalah kunci menuju keberhasilan

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan. Predikat ini berhasil diraih karena kerjasama solid dari seluruh insan bank bjb untuk menggerakan roda perusahaan tetap melaju di tengah krisis pandemi," jelasnya.

Penghargaan tersebut digelar oleh Warta Ekonomi dalam acara Indonesia Financial Top Leader Award 2021 dengan tema Toward the Digital-Economic Acceleration & Business Resilience di Jakarta, Rabu 28 Juli 2021. Penghargaan disampaikan secara daring melalui Zoom.

Penghargaan ini merupakan apresiasi kepada para pemimpin institusi keuangan bank dan non-bank di dalam menjalankan perannya untuk menopang keberlanjutan bisnis perusahaannya. Warta Ekonomi selaku penyelenggara ingin mengapresiasi pemimpin institusi keuangan bank dan non-bank di Indonesia yang terbukti telah mampu mengimplementasikan perannya dengan sangat baik.

Menurut Bank Indonesia, volume transaksi digital banking mengalami peningkatan pada awal kuartal kedua tahun 2021. Sama halnya dengan institusi non-bank yang juga melakukan upaya digitalisasi asuransi yang dikenal sebagai insurtech.

Hal ini tentunya menjadi tantangan jika institusi perbankan dan non-bank tidak bisa mengikuti perkembangan tersebut maka akan tertinggal dan tidak dapat bertahan dalam kompetensi di industri jasa keuangan yang semakin ketat.

Dengan demikian, usaha relaksasi restruktuisasi dan pemanfaatan digitalisasi perbankan terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan dan ekspektasi nasabah yang sangat bervariasi seperti yang telah dilakukan oleh puluhan pimpinan institusi lembaga keuangan bank dan non-bank.

Menariknya, bancassurance memiliki kontribusi yang lebih dari separuh total premi di kuartal pertama tahun ini. Hal ini tentunya menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang bergerak ke arah positif bagi institusi perbankan maupun non-bank.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler