Begini Instruksi Presiden Jokowi kepada Panglima TNI untuk Penanganan Covid-19

Minggu, 8 Agustus 2021 17:33 WIB

Share
Presiden Jokowi instruksikan Panglima TNI untuk lakukan testing dan tracing. (Foto: Presdenri.go.id)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID -

Meski Covid-19 mulai mereda, masalah pengetesan dan penelusuran atau testing dan tracing Covid-19 mendapat perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Oleh karena itu, Presiden Jokowi menginstruksikan langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menggencarkan pengetesan dan penelusuran Covid-19 tersebut.

"Mereka yang kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif, agar bisa segera ditemukan dan dipisahkan. Sehingga kasus Covid-19 tidak menyebar luas kembali," ungkap Jokowi.

Masalah itu, disampaikan Jokowi saat rapat terbatas evaluasi perkembangan dan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta jajarannya, khususnya TNI dan Polri, untuk merespons cepat lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa dan Bali, dalam rentang waktu dua minggu terakhir.

"Harus direspons secara cepat. Sebab, ini berkaitan dengan kecepatan. Kalau tidak, orang yang punya kasus positif sudah ke mana-mana, menyebar ke mana-mana. Jadi, segera temukan," tegas Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden Jokowi selanjutnya menginstruksikan agar testing dan tracing, secepatnya segera dilakukan. Kalau dites ketemu, di-tracing dia kontak dengan siapa, itu yang kedua.

Yang ketiga, Presiden menginstruksikan agar para pasien positif Covid-19 segera dibawa ke tempat isolasi terpusat (isoter). Presiden meminta kepala daerah baik gubernur, bupati, maupun walikota menyiapkan tempat isolasi terpusat di daerahnya.

"Agar Menteri PUPR juga membantu daerah dalam rangka penyiapan isoter ini. Terutama, di daerah-daerah yang tadi saya sebutkan yang segera harus merespons dari angka-angka yang ada," tutur Jokowi.

Presiden juga meminta dalam pelaksanaan testing dan tracing ini bisa melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pintu utama dalam penanganan pasien. Bisa kalau di Jawa ini ada yang lewat telemedicine.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler