Belajar Tatap Muka di Tasikmalaya dengan Prokes yang Ketat

Selasa, 17 Agustus 2021 21:16 WIB

Share
Belajar Tatap Muka di Tasikmalaya dengan Prokes yang Ketat
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi. (foto:Ist)

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR. CO.ID

Pelaksanaan belajar tatap muka tetap harus menerapkan protokol kesehatan dan ini wajib dilakukan oleh murid. Siswa yang masuk terlebih dulu mencuci tangan, jaga jarak, tes suhu dan di dalam kelas harus menggunakan masker. Bilamana bapak ibu guru yang sedang sakit dilarang untuk masuk dan pembelajaran dilakukan melalui daring kalau ada ibu guru dan bapak guru yang sakit.

"Tak hanya ibu dan bapak guru, anak didik yang sedang sakit kami larang untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka jadi harus melakukan daring. Yang jelas kami tetap harus mematuhi protokol kesehatan karena kesehatan sifatnya wajib untuk dilakukan," kata Kepala Sekolah Pengadilan  Negeri 1,2,3, dan 4 Kota Tasikmalaya Dedeh Rahwati berkenaan dengan sejumlah Sekolah di Kota Tasikmalaya sudah melakukan kegiatan belajar tatap muka, Senin (16/08/2021)

Kegiatan Belajar Tatap Muka ini sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan harus melaksanakan sepertiga siswa perkelas dengan jumlah murid 30 orang hanya melaksanakan10 orang dengan jadwal shif di mulai dari pukul 6.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan pada pukul 10.00 sampai pukul 12.00 WIB. 

Sementara ituKepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi mengatakan Kota Tasikmalaya sekarang sudah memasuki PPKM level 3 artinya sesuai aturan sudah boleh melaksanakan belajar tatap muka.

Menurut dia, kebijakan dalam PPKM level 3 sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri membolehkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mulai dari cuci tangan, pakai masker dan pengecekan suhu tubuh siswa.

Kata dia kebijakan tersebut sudah diterapkan di masing-masing sekolah dan bilamana sudah siap dengan berbagai aturannya maka dipersilakan untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

"Asalkan fasilitas dan kesanggupannya mematuhi protokol kesehatan, maka rencana pembelajaran tatap muka dapat dimulai dan jumlah peserta didiknyapun dibatasi yakni 50 persen dari jumlah kapasitas ruang yang tersedia dan waktu belajar pun dibatasi pula," ucapnya. (herlan)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar