DPRD Jabar Apresiasi Disdik yang Berhasil  Perjuangkan 17 Ribu Formasi Guru P3K

Selasa, 24 Agustus 2021 05:42 WIB

Share
DPRD Jabar Apresiasi Disdik yang Berhasil  Perjuangkan 17 Ribu Formasi Guru P3K
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya. (foto:Aris)

CIMAHI, POSKOTAJABAR.CO.ID

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya mengapresiasi paparan dari  Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Disdik Jabar guna meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Legislatif dari Dapil Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta ini menjelaskan, Disdik Jabar telah melakukan beberapa terobosan seperti diantaranya berhasil memperjuangkan 17 ribu formasi lebih guru P3K khususnya di Jawa Barat, Iapun menilai akan berefek kepada kesejahteraan guru di Jawa Barat.

“Kami apresiasi dari Dinas Pendidikan mempunyai konsep untuk perubahan pendidikan di Jawa Barat, yaitu dimana berhasil diperjuangkan 17 ribu lebih formasi guru untuk P3K di Jawa Barat tentu ini meningkat dari yang diharapkan semoga ini berefek kepada kesejahteraan guru di Jawa Barat karena ini energi positif bagi dunia pendidikan," katanya, Senin 23 Agustus 2021.


Selain itu, wakil rakyat ini juga menyoroti, desentralisasi yang dilakukan oleh Pemprov Jabar dinilai sudah membaik, untuk itu Komisi V DPRD Jabar akan merekomendasikan untuk menambah kembali Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di Jawa Barat karena dinilai masih belum ideal.

“Lalu KCD di Jawa Barat. Alhamdulillah desentralisasinya semakin bagus, kami merekomendasikan untuk menambah jumlah KCD di jawa barat karena idealnya satu KCD mengelola 150 sekolah," lanjutnya.

Dirinya menyambut baik bantuan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMI) di integrasikan dengan pelayanan bagi siswa yang miskin agar sekolah sekolah swasta akan tetap mendapatkan bantuan dengan persyaratan ada subsidi bagi siswa miskin.

“Karena banyak kasus anak anak yang kurang mampu yang tidak masuk negeri tapi tidak mampu juga untuk bersekolah di sekolah swasta karena terkendala biaya, ini sebuah solusi yang baik," ucapnya.


Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dimana nanti akan mengitegrasikan anak anak yang biasa di pesantren yang selama ini tidak tercatat sebagai capaian pendidikan ketika mereka lulus itu supaya di link -kan dengan pusat dengan kegiatan PKBM.

“Jadi nanti anak lulusan pesantren tidak hanya mendapatkan ijasah dari pesantren tapi dapat juga ijasah pamet C, Saya kira disdik harus menjalin kolaborasi dengan biro kesra agar ini bisa segera terwujud," tutupnya. (Aris)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar