Walikota Oded: Relaksasi Sektor Pendidikan Perlu Pertimbangan Matang

Rabu, 25 Agustus 2021 20:20 WIB

Share
Walikota Oded: Relaksasi Sektor Pendidikan Perlu Pertimbangan Matang
Walikota Bandung Oded M Danial saat melaksanakan peninjauan vaksinasi di Jl Gatot Subroto, Rabu 25 Agustus 2021. (Foto : Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Walikota Bandung, Oded M Danial mengatakan, relaksasi sektor pendidikan perlu pertimbangan yang sangat matang, jangan mentang-mentang masuk kategori PPKM Level 3, boleh langsung melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Relaksasi di sektor pendidikan masih perlu pertimbangan yang sangat matang. Hal itu, untuk menghindari terjadinya paparan baru terhadap para siswa," katanya usai melaksanakan peninjauan vaksinasi di Jl Gatot Subroto, Rabu 25 Agustus 2021.

Oded menjelaskan, di sektor pendidikan itu agar berat. Karena tingginya tingkat, kekhawatiran orang tua bagi anak-anaknya.

"Ada rencana pembahasan tatap muka. Setiap perkembangan tiap pekan kita bersama tim terus pantau dan merespon perkembangan yang ada. Terus adakan kajian itu ketika turun betul bisa cepat," bebernya.

Seperti diketahui, saat ini Kota Bandung masuk dalam PPKM Level 3. Dalam Peraturan Walikota Bandung Nomor 83 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, pada sektor pendidikan dijelaskan pada pasal 6.

Pasal 6 menjelaskan mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan.

Pada ayat 1, pelaksanaan kegiatan di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sedangkan ayat 2, mengenai pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 berpedoman kepada ketentuan perundangan-undangan dan panduan persiapan pelaksanaan PTM  di Kota Bandung yang ditandatangani oleh Ketua Pelaksanaan Harian Satgas Tingkat Kota.

Ayat 3 menjelaskan,  PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen peserta didik per kelas.


Sementara ayat 4 menjelaskan, bagi Sekolah Dasar Luar Biasa, Madrasah Ibtidaiyah Luar Biasa, SMP Luar Biasa, SMA Luar Biasa dan madrasah luar biasa kapasitasnya dibatasi paling banyak 62 - 100 persen dengan menjaga jarak sampai 1,5 meter dan paling banyak 5 peserta didik per kelas.

Selanjutnya, ayat 5, bagi peserta didik dibawah anak usia dini, kapasitasnya dibatasi paling banyak 33 persen dengan menjaga jarak 1,5 meter dan 5 peserta tiap kelas.

Terakhir, ayat 6 menjelaskan teknis pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran serta pelayanan administrasi sekolah selama ppkm level 3, diatur lebih lanjut oleh dinas pendidikan dan kementerian yang membidangi urusan tersebut. (Aris)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar