Kota Bandung Lakukan Percepatan Vaksinasi bagi Pelajar, Inilah Harapan Penyandang Disabilitas

Sabtu, 28 Agustus 2021 19:33 WIB

Share
Walikota Bandung, Oded M. Danial memantau penyuntikan vaksin bagi disabilitas di SLBN Cicendo Kota Bandung, Sabtu, 28 Agustus 2021. (Foto : Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Pemkot Bandung terus memasifkan vaksinasi bagi masyarakat. Di Kota Bandung jumlah penerima vaksin sudah melebihi angka 60 persen dari sasaran sebanyak 1,9 juta jiwa. Saat ini, sasarannya, kelompok remaja, disabilitas, dan lansia.

Walikota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, saat ini vaksinasi menyasar 15 ribu orang. Penyuntikan tersebar di 15 titik dengan berbagai kelompok sasaran, Sabtu 28 Agustus 2021.

“Alhamdulillah, terbanyak untuk publik. Memang sekarang yang sedang terus kita genjot itu teman-teman disabilitas, lansia, dan remaja,” katanya saat memantau penyuntikan vaksin bagi disabilitas di SLBN Cicendo Kota Bandung, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Oded menuturkan saat ini . Targetnya, pada akhir September mendatang sudah bisa menuntaskan 70 persennya.

“Diharapkan sesuai amanat pemerintah pusat sampai akhir September kita tinggal 10 persen lagi. Kita tancap gas. Dengan 11 ribu per hari saja mudah-mudahan akhir September selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua tim Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM), Siti Muntamah mengaku akan selalu memastikan para penyandang disabilitas bisa divaksin.
Termasuk juga keluarga dan para sumber daya manusia (SDM) di sekolah-sekolah luar biasa.

“Beberapa waktu lalu sudah vaksinasi kepada 250 disabilitas. Hari ini ada 4 titik kurang lebih ada 300an (disabilitas) yang divaksin," tuturnya.

"Karena kalau di SLB itu jumlahnya sedikit. Jadi dibuat terpusat salah satunya di sini,” kata perempuan yang akrab disapa Umi Oded ini.


Umi yang juga anggota Komisi V DPRD Jawa Barat bersyukur saat ini tengah dilakukan gebrakan 600.000 vaksin di Jawa Barat. Sehingga Lebih banyak menjangkau kelompok sasaran lebih luas.

“Salah satu sasarannya adalah sekolah-sekolah SLB. Alhamdulillah mungkin sudah di angka sampai seribu yang divaksin. Ini menunjukan anak-anak disabilitas dan keluarganya juga lega,” ungkapnya.

Vaksinasi bagi disabilitas ini rupanya sangat ditunggu-tunggu, utamanya oleh para pelajar dan Sekolah Luar Biasa (SLB).


Para murid beserta Pendidik dan Tenanga Kependidikan (PTK) di SLB sangat antusias mengikuti penyuntikan vaksin.

Kepala Sekolah SLB Kasih Ibu, Marisyanti menaruh harapan besar agar para penyandang disabilitas tidak sampai terlewat ketika tengah dilakukan percepatan vaksinasi bagi pelajar.

Sebab, para siswa difabel juga sudah sangat merindukan untuk bisa ikut dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Alhamdulillah, ini salah satu upaya mendukung program pemerintah untuk tatap muka anak-anak. Mudah-mudahan ada lagi, karena masih ada siswa yang belum," katanya.

"Ini baru 18 tahun ke atas. Mudah-mudahan jenjang usia lebih rendah terlaksana,” imbuh Marisyanti. (Aris)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler