Rusuh di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, 20 Orang Simpatisan HRS Ditangkap

Senin, 30 Agustus 2021 16:55 WIB

Share
Petugas kepolisian berusaha menahan laju massa yang merangsek ke Pengadilan Tinggi DKI di Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Foto: Medsos)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID -

Dua puluh orang diamankan, sebagai buntut aksi unjuk rasa oleh ratusan simpatisan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Para pengunjuk rasa di Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih, Jakarta Pusat itu, membuat ricuh lantaran kecewa.

"Massa yang diamankan ada sekitar 20 orang dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Ade Rosa, di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021.

Menurut Ade, massa aksi itu diamankan lantaran saat hendak dibubarkan mereka justru melakukan perlawanan. Mereka melemparkan batu kepada petugas gabungan yang mengamankan jalannya aksi.

Akhirnya, petugas keamanan yang terdiri dari unsur Brimob Polri itu langsung menembakkan gas air mata untuk menghalau massa menjauh dari lokasi jalannya Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. 

Aksi yang berujung ricuh itu mengakibatkan beberapa massa aksi dan petugas Pengendali Massa (Dalmas) Polda Metro Jaya mengalami luka. 

"Massa ada yang terluka dan nanti akan dilakukan perawatan di Polda, sedangkan pihak kepolisian dari Dalmas PMJ sekitar 3 orang luka di bagian kaki akibat sambitan batu," ungkapnya. 

Kapolsek memastikan situasi saat ini di lokasi sudah berlangsung kondusif. Setelah dilakukan penyisiran, massa aksi yang sempat bertahan di sekitar Masjid Yarsi Cempaka Putih pun juga sudah dihimbau agar membubarkan diri. 

"Saat ini, sudah tidak ada. Tadi sempat ada di Rumah Sakit Yarsi lalu dilakukan pembubaran. Alhamdulillah dengan dilakukan himbauan massa mau pergi," pungkasnya. (Poskota/nst)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler