Kerjasama Jangan Untungkan Satu Pihak, Produk Indonesia Juga Harus Banjiri Korea Selatan 

Selasa, 31 Agustus 2021 05:39 WIB

Share
Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar Sugianto Nanggolah meminta Pemprov Jabar memerhatikan kemakmuran rakyatnya juga perihal kesepakatan kerja sama dengan pemerintah Korea Selatan. (foto:Ist)

,
BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar, Sugianto Nanggolah meminta Pemprov Jabar memerhatikan kemakmuran rakyatnya juga perihal kesepakatan kerja sama dengan pemerintah Korea Selatan.

Bila tidak, Politisi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar I ini khawatir, kerja sama tersebut nantinya hanya menguntungkan satu belah pihak saja.

"Selama ini kita tahu, industri dari Korea ini membanjiri pasar-pasar yang ada di Jawa Barat. Nah ini juga sangat menyulitkan industri yang ada di Jawa barat," ujarnya saat ditemui wartawan di kantor DPRD Jabar, Senin 30 Agustus 2021.


Politisi dari partai Demokrat itu menjelaskan, kekhawatirannya ini tidak lain dikarenakan produk-produk Korea yang ada di Jawa Barat itu, adalah produk berkualitas baik, dan kuantitasnya juga sangat banyak. Kalau dilepas begitu saja, dikhawatirkan akan industri lokal.

Maka dari itu, Sugianto mendorong agar ada kolaborasi antar pihak terkait terus terjalin, sehingga nantinya industri daerah lah yang menjadi pemasok ke negeri ginseng tersebut.

"Ini perlu djaga, kita upayakan supaya kita bisa mengekspor ke Korea, jangan malah Korea yang membanjiri produk kita. Kita juga harus mewarnai pasar Korea itu, perlu diingatkan diawal, ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.


"Maka ke depan harapan saya kerja sama ini betul-betul dapat menguntungkan masyarakat Jawa barat, jangan sampai banyaknya masuk barang dari Korea ini sehingga mematikan industri kita yang ada di Jawa barat," imbuhnya.

"Kerja sama ini jangan sampai terbalik," pungkasnya.

Untuk informasi, Pemerintah Provinsi Jabar dan Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan membentuk kerja sama Provinsi bersaudara atau Sister Province di tiga area.


Kerja sama tersebut meliputi Pengembangan Ekonomi & Pariwisata (Economic and Tourism Development), pengembangan lingkungan hidup yang ramah lingkungan (Eco-friendly Environment Development)) dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Resources Development)

Pemilihan provinsi Chungcheong sebagai daerah kerja sama ini karena adanya kesamaan dengan provinsi Jabar soal penyerapan investasi, dimana Chungcheong merupakan provinsi tertinggi dalam konteks investasinya.

Perihal penandatanganan Pernyataan Kehendak atau Letter of Intent (LoI) dilakukan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur Chungcheongnam-do, Yang Seung Jo dari tempat masing-masing pada Kamis (3/12/2020) malam. (Aris)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler