Inilah Alasan, Jaksa  KPK  Ajukan Banding  Atas Putusan Perkara Walikota Cimahi (Non aktif) Ajay M Priatna    

Rabu, 1 September 2021 09:37 WIB

Share
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan, setelah kami pelajari pertimbangan majelis hakim, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK telah menyatakan upaya hukum Banding ke pengadilan Tinggi Bandung. (foto:Ist)

JAKARTA, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Atas putusan Ketua Majelis Hakim Sulistiono, SH, MH, anggota Deni, SH, MH, dan Lindawati, SH, MH, Rabu 25 Agustus 2021, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terdiri dari Tito Zaelani, Budi Nugraha dan Mochamad Ridwan, telah menyatakan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi Bandung.

Pada Sidang 25 Agustus 2021, majelis hakim telah memvonis terdakwa Ajay M Priatna dengan hukuman, 2 Tahun penjara, mengembalikan uang ke negara sebesar Rp1.425.000.000,- dengan denda Rp 100.000.000 

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa Ajay M Priatana  selama 7 Tahun Penjara, mengembalikan uang ke negara 7,9 Milyar, denda 300 Juta dan hak politiknya terdakwa Ajay M Priatna di cabut.

"Setelah kami pelajari pertimbangan majelis hakim, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK telah menyatakan upaya hukum Banding ke pengadilan Tinggi Bandung," terang Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (01/09/2021).

Adapun alasan banding, kata Ali kembali, "Antara lain putusan majelis hakim,  kami nilai belum memenuhi rasa keadilan masyarakat utamanya dalam hal penjatuhan amar pidana baik pidana penjara maupun pidana tambahan berupa jumlah pembebanan uang pengganti hasil korupsi yang dinikmati terdakwa serta pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik," tegasnya.

Di samping itu terkait tidak terbuktinya dakwaan jaksa mengenai  pembuktian Pasal 12 huruf a UU Tipikor terkait suap dan juga gratifikasi. 

"Kami berpendapat, bahwa Majelis Hakim dalam pertimbangannya telah mengabaikan fakta hukum yang terungkap di persidangan," imbuh Ali.

Alasan selengkapnya akan kami tuangkan dalam memori banding tim jaksa. 

"Kami akan segera menyusun memori bandingnya dan menyerahkan kepada Pengadilan Tinggi melalui kepaniteraan PN Bandung," ulasnya kembali. (Bagdja)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler