Jalan Utama Masuk SDN 2 Tugu Tasikmalaya Ditutup Benteng, Inilah yang Harus Dilakukan Siswa dan Guru

Rabu, 1 September 2021 16:49 WIB

Share
Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 TuguĀ  terpaksa harus melewati pintu belakang dengan berjalan kaki dengan jarak menuju sekolah hingga menempuh waktu setengah jam lamanya dengan menelusuri pematang sawah dan pemakaman milik warga setempat. (foto :kris)

TASIKMALAYA, POSKOTAJABAR.CO.ID

 

Akses jalan utama masuk menuju SD Negeri 2 Tugu, Kelurahan Tugujaya, Kota Tasikmalaya ditutup benteng beton oleh pemilik lahan tepatnya jalan SL. Tobing Kota Tasikmalaya.

Akibatnya, siswa dan guru SDN 2 Tugu itu, terpaksa harus melewati pintu belakang dengan berjalan kaki dengan jarak menuju sekolah hingga menempuh waktu setengah jam lamanya dengan menelusuri pematang sawah dan pemakaman milik warga setempat.

Pantauan dilapangan POSKOTAJABAR.CO.ID di lokasi, Rabu (1/9/2021), para siswa dan Guru terpaksa melalui pintu belakang yang dibuat sementara untuk masuk kelas. Selain aksesnya lebih jauh jalanan juga sempit dan hanya digunakan untuk sepeda motor dengan melewati pematang sawah.

Kepala Sekolah Negeri Tugu 2, Sri Mulyani saat ditemui dilokasi mengatakan alasan di benteng beton setinggi 3 meter ini, yang katanya lahan tanah tersebut sebagai tanah ahli waris keluarga dan lahan tanah tersebut akan dijual dan dibagikan kepada anak-anaknya," ujarnya

"Karena sebelum dilakukan penutupan benteng beton menantu pemilik lahan ini sempat mendatangi sekolah dan menyampaikan yang katanya tanah lahan tersebut mau dijual untuk dibagikan kepada anak-anaknya, karena merasa takut di klaim oleh pihak sekolah, pada bulan januari 2021 pemilik tanah akhirnya menutup akses jalan masuk sekolah dengan benteng beton setinggi 3 Meter," ucap Sri

"Karena pemilik lahan mempunyai bukti mempunyai sertifikat tanah yang sah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional(BPN) Kota Tasikmalaya, maka pemilik tanah membentengi akses jalan masuk sekolah dengan beton setinggi 3 meter,"jelas Sri.

"Bahkan tadi pagi hingga siang, kita sempat melakukan pertemuan dengan mengundang dari Kapolsek Cihideng, Kelurahan Tugujaya dan dari Lembaga Badan Hukum Jawara Kota Tasikmalaya dengan membahas persoalan ini, dan dari pihak LBH Jawara menyampaikan akan membuka kembali akses jalan masuk dengan menemui pihak yang punya lahan," terangnya

Sementara itu, Kepala Lurah Tugujaya Kota Tasikmalaya Dudu, saat ditemui dilokasi menyampaikan pihaknya akan berupaya melakukan pertemuan dengan pemilik tanah dan kita meminta untuk membuka kembali akses jalan masuk untuk para siswa dan Guru SD Negeri 2 Tugu ini.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler
© jabar.poskota.co.id