330 Sekolah di Kota Bandung Boleh PTM Terbatas, 1.692 Lainnya Belum

Sabtu, 4 September 2021 17:23 WIB

Share
330 Sekolah di Kota Bandung Boleh PTM Terbatas, 1.692 Lainnya Belum
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Bambang Ariyanto.Sebanyak 330 sekolah di Kota Bandung dinyatakan siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di masa transisi pada 8 September 2021. (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID
Sebanyak 330 sekolah di Kota Bandung dinyatakan siap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di masa transisi pada 8 September 202i. Sisanya 1.692 sekolah lainnya belum, baru akan melakukan uji coba pada minggu ketiga September 2021.

 Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Bambang Ariyanto mengatakan PTM akan dimulai pada minggu kedua September 2021.

"PTM akan berlaku bagi 330 sekolah dari semua jenjang pendidikan," katanya.

Bambang menjelaskan, sekolah yang dapat menyelenggarakan PTM yaitu sekolah yang telah dinyatakan lolos verifikasi tahap 1 dan telah menjalankan masa uji coba dengan kapasitas 25 persen.

Sedangkan, untuk 1.692 sekolah lainnya baru akan mulai masa uji coba di minggu ketiga September setelah dinyatakan lolos verifikasi.

“Akan dilakukan verifikasi dulu pada 6-9 September 2021. Setelah diplenokan untuk penetapan sekolah yang lulus verifikasi, dan jika dinyatakan lolos maka bisa melakukan uji coba pada 13 September 2021,” ucap Bambang.

“Kapasitas di masa transisi 25-50 persen, untuk masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) 50-75 persen dan masa 'new normal' 100 persen. Diperkirakan Januari 2022 akan masuk masa new normal jika kasus semakin landai,” terangnya.


Bambang mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan terus memantau secara ketat terhadap sekolah yang sudah menyatakan siap melaksanakan PTM Terbatas dan juga selama PTM terbatas berlangsung.

Di samping itu, penyelenggaraan belajar tatap muka terbatas di masa pandemi membutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak sekolah, siswa, maupun orang tua murid.
Terutama dalam memberikan edukasi dan informasi tentang persiapan pelaksanaan PTM.

Untuk itu, Ia mengimbau seluruh elemen di sekolah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang standar dengan baik dan ketat selama kegiatan PTM terbatas berlangsung.

“Dengan mengamankan alat dan perlengkapan prokesnya, menyiapkan desain kurikulumnya dan dengan menjaga kesehatan seluruh warganya,” tuturnya. (Aris)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar