Kisah Mistis di Balik Pohon Beringin Tua di Jalan Kebon Blimbing Kota  Cirebon, Inilah Usianya

Sabtu, 4 September 2021 16:05 WIB

Share
BILA Anda melintasi Jalan Kebon Blimbing Kota Cirebon, maka di sebelah kanan jalan akan menemui sebuah pohon beringin yang berukuran sangat besar dan sudah berusia sekitar 400 tahun. (Foto:doc_

CIREBON, POSKOTAJABAR.CO.ID.

BILA Anda melintasi Jalan Kebon Blimbing Kota Cirebon Jawa Barat, maka di sebelah kanan jalan akan menemui sebuah pohon beringin yang berukuran sangat besar dan sudah berusia sekitar 400 tahun. Pohon tersebut hingga kini masih terlihat kokoh dan tentu saja beraura mistis. Terlebih di bawah pohon itu terdapat makam yang dikeramatkan sebagian masyarakat yakni makam Ki Talka dan Nyi Talka.

Ki Talka disebut-sebut sebagai guru agama Islam dan masih keturunan Keraton Kanoman Cirebon. Ki Talka dan istrinya, dinilai berjasa dalam penyebaran agama Islam. Adapun latar belakang disematkannya nama Jalan Kebon Blimbing, karena dahulunya di wilayah itu banyak tumbuh pohon Blimbing.

Hingga kini, masih ada sebagian pengendara yang jika melintasi pohon beringin, membunyikan klakson dan terkadang melempar uang koin. Tujuannya, sebagai tanda 'permisi' numpang lewat kepada penunggu pohon tersebut. Hal itu tidak terlepas dari berbagai kisah mistis yang kerap terjadi di sekitar pohon tua itu.

Menurut Nana Supriatna (50), warga Kampung Kebon Blimbing ini mengisahkan, jika malam tiba suasana di sekitar pohon beringin terkesan angker. Selain sedikitnya penerangan, di jalur tersebut juga sepi. Orang cenderung segan melintas, kecuali di siang hari. 

"Kalau malam tiba, warga setempat terkadang melihat perempuan bergaun putih bergelantungan di pohon beringin. Kadang mereka juga melihat penampakan sosok gendoruwo yang menyeramkan. Giginya bertaring, rambut gimbal menjuntai dan mata yang bersinar merah," ungkap penjual rempeyek ini.

Diceritakan Nana Supriatna, saat program uji nyali sedang booming, ada kru salah satu televisi swasta yang menjadikan lokasi pohon beringin itu sebagai lokasi acara. Sejumlah sesepuh kampung sebenarnya sudah mengingatkan agar kegiatan tersebut diurungkan, mengingat dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

"Tapi peringatan itu sepertinya tidak digubris dan acara terus berlangsung. Ada warga lokal yang menjadi salah satu pesertanya. Dia tidak kuat menahan gangguan yang muncul saat uji nyali. Setelah itu yang bersangkutan jatuh sakit dan tidak lama meninggal dunia. Orang-orang kemudian menyebut jika dirinya menjadi korban keganasan makhluk gaib penghuni pohon beringin," ungkapnya.

Dijelaskannya, bagi orang yang memiliki indera keenam, konon pohon beringin menjadi istana kuntilanak dan gendoruwo. Makhluk tak kasat mata itu tidak akan segan menyerang siapa saja yang berniat merusak istananya. Contohnya seperti peserta uji nyali yang harus merelakan nyawanya setelah mengikuti acara tersebut.

"Sampai sekarang tidak ada satupun warga yang berani mengusik keberadaan makam maupun pohon beringin tersebut. Seberapa rimbun pun dahan pohonnya tidak ada yang berani memangkas. Jadi pohon keramat ini dibiarkan tumbuh tanpa ada yang mengganggu," ucapnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler