Kota Sukabumi Masih Belum Bisa Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Sebabnya

Minggu, 5 September 2021 18:59 WIB

Share
Kota Sukabumi Masih Belum Bisa Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Sebabnya
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Sukabumi masih belum bisa dilaksakan. Padahal, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah yang dikenal sebagai Kota Mochi ini sudah berada di level 3. Walikota Sukabumi mengawasi persiapan sekolah tatap muka (Foto : dok)

SUKABUMI,POSKOTAJABAR.CO.ID

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Sukabumi masih belum bisa dilaksanakan. Padahal, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah yang dikenal sebagai Kota Mochi ini sudah berada di level 3.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Yemmy Yohanni menjelaskan, ada berbagai hal yang membuat PTM di Kota Sukabumi belum bisa melaksanakan PTM.  Diantaranya,  sekolah belum diverifikasi, belum adanya instruksi pimpinan melaksanakan PTM, serta perlunya  koordinasi lebih lanjut dengan Gugus Tugas Covid-19.

"Untuk verifikasi sekolah akan kita mulai Senin ,"ujar dia, saat dihubungi melalui sambungan selular, Minggu (5/9/2021).

Yemmy mengatakan, verifikasi tersebut akan dilakukan terhadap semua jenjang pendidikan yang berada dibawah naungan Disdikbud Kota Sukabumi mulai tingkat PAUD, SD, dan SMP.

"Kalau untuk tingkat SMA ada di Kantor Cabang Dinas (KCD) pada Dinas Pendidikan di Provinsi Jawa Barat,"sebut dia.

Verifikasi yang dilakukan, sebut dia, yaitu mengenai berbagai penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah dan berbagai persyaratan lainnya untuk digelarnya PTM.


"Untuk di sekolah yang akan diverifikasi harus mengajukan dulu ke Kantor  (Disdikbud),"tutur dia.

Yemmy menambahkan, untuk  tingkat SD ada sebanyak 120 sekolah dan SMP sekitar 38 sekolah di Kota Sukabumi yang akan di verifikasi.

"Ada yang sudah mengajukan ada juga yang belum. Untuk jumlahnya datanya ada di kantor,"pungkasnya. (Hendra)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar