Ruaar Biasa ! Hamparan Eceng Gondok di Sungai Citarum Bak Padang Savana Terapung

Senin, 6 September 2021 12:03 WIB

Share
Sebuah perahu pengangkut penumpang tengah menerobos barikade tanaman Eceng gondok di perairan Sungai Citarum, perbatasan Kab Cianjur dengan Kab Bandung Barat, Minggu (5/9/2021). (foto:nuki)

CIANJUR.POSKOTAJABAR.CO.ID.

Tanaman Eceng Gondok masih tampak memenuhi Sungai Citarum di perbatasan Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat, Minggu 5 September 2021. Dari kejauhan, hamparan tanaman gulma itu bak sebuah Padang rumput Savana yang terapung diatas perairan.

Tak dipungkiri, pemandangan dilokasi memang tampak indah. Sejauh mata memandang disuguhi hijaunya tanaman Eceng gondok. Ditambah lagi dengan kontur lokasi yang mendukung suasana, sehingga tampak bukan seperti perairan lagi.

Fenomena tanaman Eceng gondok yang tumbuh memenuhi perairan dilokasi tersebut memang bukan kali ini saja terjadi. Meski sudah seringkali dibersihkan, namun tetap saja tumbuh berkembang lagi.

Keberadaan tanaman Eceng Gondok membuat dilema warga yang biasa mengais rejeki di perairan Sungai Citarum. Khususnya mereka yang berniaga di bidang jasa antar jemput warga yang hendak menyebrang, menggunakan perahu.

Pasalnya, aktivitas penyeberangan warga dengan menggunakan perahu menjadi terhambat.

Pemilik perahu harus bersusah payah dan harus ekstra hati hati saat melintasi gundukan tanaman Eceng Gondok yang terhampar bak Padang rumput itu.

Untuk menuju loaksi yang dituju, mau tak mau rute perahu harus berputar putar terlebih dahulu, memilih celah agar tidak terjebak dalam pulau Eceng Gondok.

Kondisi tersebut tampak di lokasi penyeberangan perahu di Kampung Buniwangi, Desa Kertasari, Kec Haurwangi, kab Cianjur menuju kampung citembong, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat.

"Biasanya butuh waktu paling lama 5 menit untuk sampai ke sebrang. Tapi kalau kondisi seperti ini, terpaksa perahu harus muter muter dulu bisa sampai 15- 20 menit,"ungkap Asep warga Kampung Buniayu, Desa Kertasari, Kabupaten Cianjur saat ditemui di lokasi.

Asep mengaku sangat terbantu dengan adanya perahu penyebrangan. Pasalnya, dengan melalui rute tersebut ia dapat menghemat waktu lebih singkat, ketimbang menggunakan jalan darat.

"Kalau ada urusan ke Citembong, atau ketempat lainnya disebrang sana jadi lebih cepat. Soalnya kalau lewat jalan darat ya terpaksa muter lagi, jadi lebih jauh,"kata Asep seraya berharap keberadaan tanaman Eceng Gondok bisa segera diatasi, dibersihkan. (Nuki)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler