Trian Yunanda : Nelayan Pahlawan Penggerak Ketahanan Pangan Tanah Air

Senin, 6 September 2021 06:36 WIB

Share
Bupati Cirebon Drs. Imron Rosadi saat memaparkan kondisi nelayan di hadapan Perwakilan KKP dan DPR RI. (foto:Ist)

CIREBON, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Musim paceklik ancaman bagi kehidupan nelayan di Kabupaten Cirebon. Nelayan mengeluhkan hasil pendapatan ikan yang  minim.

Demikian kata Bupati Cirebon Drs.Imron Rosadi saat berdialog  dengan Perwakilan KKP dan DPR RI

."Saat ini pendapatan mereka turun," katanya, Minggu (05/09/2021)

Untuk nengatasi persoalan tersebut perlu ada  solusi  terbaik untuk para nelayan Gebang Kabupaten Cirebon.

Pihaknya berencana akan memberintuk forum diskusi bagi nelayan dan Pemerintah Pusat, Provinsi Jabar dan daerah pada Oktober 2021.

Bupati Imron mengaku,   sangat kesulitan untuk mengetahui berapa hasil tangkapan nelayan Gebang sendiri. Pasalnya di Gebang tidak mempunyai TPI.

Bupati mencontohkan di Bondet  dan Indramayu misalnya, mampunyai TPI sehingga tahu berapa hasil tangkapan ikan serta perputaran uangnya. Ketika pemerintah mau membantu sangat kesulitan.

Sesditjen Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Trian Yunanda mengatakan, nelayan adalah pahlawan penggerak ekonomi dan ketahanan pangan di tanah air. Bahkan, di masa pandemi Covid-19 ini ekonomi perikanan terbukti sangat tangguh menopang kehidupan mereka.

“Pendapatan Domestik Bruto (PDB) perikanan lebih tinggi dari pada PDB tingkat Nasional.  PNBP perikanan masuk rekor tertinggi pada tahun 2020 hampir mencapai Rp 600 miliar. Pemenuhan kebutuhan akan ikan sebagai sumber protein bernilai tinggi baik level nasional maupun dunia menjadi peluang pengembangan sektor perikanam,” kataTrian Yunanda.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler