Luhut Panjaitan : Jangan Sampai 18 Juta Orang di Bantaran Citarum Makan Ikan yang Tercemar

Selasa, 7 September 2021 18:55 WIB

Share
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Meninjau Sungai Singi Cidurian Kecamatan Antapani Kota Bandung. Selasa (7/9/2021). (foto:Ist)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID.

Penanganan DAS Citarum akan menentukan nasib dan kualitas hidup 18 juta orang yang tinggal di sepanjang aliran dan generasi mendatang.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, DAS Citarum sedang dalam kondisi tercemar bahkan dulu tergolong berat.

Jangan sampai, kata dia, 18 juta orang di bantaran Citarum memakan ikan yang tercemar dan berdampak jangka panjang seperti penyakit degeneratif.

"Pengotoran akibat limbah industri itu bisa ikan yang memakan. Kemudian dimakan masyarakat yang bisa meninggalkan generasi bermasalah,"ujar Luhut saat memberikan arahan dalam Pengarahan terkait Program Citarum, di Aula PPK Satgas Citarum, Kota Bandung. Selasa (7/9/2021).

Dalam pengarahan hadir Satgas Citarum Harum tingkat provinsi, dan para naradamping serta Dansektor Citarum yang hadir secara luring maupun daring.

"Jadi jangan sampai pencemaran merusak generasi yang akan datang, saya motivasi ini. Program Citarum ini bekerja untuk kemanusiaan. Anda jangan bekerja untuk proyek tapi ini adalah proyek kemanusiaan," tegas Luhut.

Dikatakan Luhut, kalau tidak ada tindakan penanganan pencemaran sungai akan merusak generasi kita yang akan datang. 

"Kita tidak ingin melihat generasi kita dari Jawa Barat rusak karena pencemaran tadi," tutur Luhut.

Luhut meminta jajaran Satgas Citarum yang meliputi gubernur, kapolda, dan pangdam serta 13 kepala daerah yang teraliri Citarum untuk terus memelihara kerja tim yang saat ini sudah terjalin bagus.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler