Kota Bandung Prioritaskan Pengentasan Anak Penderita Stunting, Inilah Upayanya

Jumat, 10 September 2021 13:14 WIB

Share
Camat Bandung Wetan, Sony Bakhtiar. Pengentasan stunting atau kurang gizi kronis pada anak menjadi salah satu program yang mendapat prioritas pemerintah Kota Bandung. Bandung Wetan Secara Berkala Mengecek para Anak Penderita Stunting. (Foto:Aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Pengentasan stunting atau kurang gizi kronis pada anak menjadi salah satu program yang mendapat prioritas pemerintah Kota Bandung. Bandung Wetan secara berkala mengecek para Anak Penderita Stunting.

Berdasarkan data TP-PKK Kota Bandung yang disampaikan pada Februari tahun ini, sebanyak 8.434 anak masuk dalam kondisi stunting.

Beragam upaya terus dilakukan guna menekan jumlah angka stunting anak di seluruh Kecamatan di Kota Bandung.

Untuk mengatasi permasalahan stunting tersebut, Kecamatan Bandung Wetan secara berkala melakukan pengecekan kondisi para anak yang menderita stunting. Asupan gizi tambahan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak yang menderita stunting juga turut dilakukan.

“Mereka kita pantau terus progresnya, baik dari kader PKK, posyandu, puskesmas, semua turun tangan, untuk diberikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh anak yang terkena stunting ini,” ujar Camat Bandung Wetan, Sony Bakhtiar di Kota Bandung, Jumat 10 September 2021.

Menurut Sony, terdapat 80 anak di Kecamatan Bandung Wetan yang masuk ke dalam stunting. Dari angka tersebut, Kelurahan Tamansari menjadi daerah yang masih perlu mendapat prioritas soal penanganan stunting.

“Karena dua pertiga penduduk di Bandung wetan, ada di Kelurahan Tamansari. Sepertig nya ada di Kelurahan Citarum dan Cihapit,” imbuhnya.

Sony menambahkan, dalam upaya membantu memberikan asupan gizi tambahan bagi anak yang menderita stunting, pihaknya berkolaborasi dengan para stakeholder eksternal yanga ada di Kecamatan. Hal itu dilakukan agar pengentasan stunting anak dapat berjalan secara maksimal.

“Karena saya selalu membuat program itu tidak akan terselesaikan kalau bukan kolaborasi dari semua elemen, seperti swadaya masyarakat, dan lCSR, kita punya potensi banyak di Bandung wetan,” bebernya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler